“Waktu Wisnutama meninggal,” Zyandru memulai, “Mala datang ke kantor aku sama pengacaranya, pak Yudha.”Ratu menatap Zyandru tidak berkedip.“Dia bawa wasiat.”“Wasiat?” Kening Ratu mengernyit dalam.“Iya.”Zyandru menarik napas. “Wisnutama mensyaratkan dia harus menikah dengan salah satu laki-laki Gunadhya kalau mau menerima seluruh warisannya.”Ratu semakin bingung, jelas dia tidak menduga.“Jika tidak, harta papanya akan dilepas sesuai ketentuan wasiat. Saham, aset, kepemilikan properti.”Ratu masih menatap Zyandru tapi sorot matanya tidak setajam tadi.“Dan kamu setuju menikah begitu saja sama dia?” Ada nada meledek dalam pertanyaan Ratu itu.“Iya.”“Kenapa?”Pertanyaan itu langsung. Zyandru tidak bersembunyi.“Awalnya salah satunya karena bisnis.”Ratu tertawa kecil. Dia seakan tidak percaya.“Ketika itu, AG Group dan MG Group sedang bersaing memenangkan tender Swiss, tuan Robert.” Zyandru menjelaskan.
Huling Na-update : 2026-09-14 Magbasa pa