Aku sembunyikan identitasku sebagai pewaris keluarga mafia demi jalani hidup yang tenang. Aku nggak pernah nyangka, justru tetangga baruku yang nekat cari gara-gara yang nggak akan sanggup mereka tanggung akibatnya.Aku baru saja pulang dari galeri seni ketika HP-ku terus-menerus berdering. Di forum komunitas Arisan Tetangga, seorang wanita bernama Brenda Sulastri tandai akunku."Hei, kamu masih lajang, kan? Buat apa punya taman di atap seluas itu? Suamiku akan adakan pesta. Mulai besok kita akan pakai tempat itu.""Tenang saja, kita akan kasih kamu 3,2 juta sebulan sebagai biaya perawatan. Dapat uang jutaan tanpa harus ngapa-ngapain. Seharusnya kamu senang."Aku menatap layar HP dengan ekspresi nggak percaya.Bercanda yah? 3,2 juta? Gaji tukang kebunku saja 48 juta setiap bulan. Belum lagi aku habiskan 8 miliar untuk dapatkan hak kepemilikan pribadi atas taman itu. Aku segera balas dengan dua kata.[Mimpi saja.]Belum sampai sepuluh menit, Brenda kembali muncul.[Wah, galak juga, yah?
Read more