เข้าสู่ระบบSeseorang tandai akunku di aplikasi komunitas Arisan Tetangga. "Hei, kamu masih lajang, kan? Buat apa punya taman di atap seluas itu? Suamiku akan adakan pesta. Mulai besok kita akan pakai tempat itu." "Tenang saja, kita akan kasih kamu 3,2 juta sebulan sebagai biaya perawatan. Dapat uang jutaan tanpa harus ngapa-ngapain. Seharusnya kamu senang." Aku menatap layar HP dengan ekspresi nggak percaya. Bercanda yah? Aku adalah pewaris Ketua Mafia Keluarga Rahani, sejak kecil dipersiapkan untuk pimpin seluruh Daerah Selatan. Namun aku pilih tinggalkan dunia itu demi sebatang kuas dan kanvas. Apartemen ini adalah tempat perlindunganku. Satu-satunya sudut dunia yang benar-benar tenang. Taman di atap itu bukan fasilitas bersama milik gedung. Itu milikku. Aku bayar tunai 8 miliar demi peroleh hak kepemilikannya saat beli penthouse ini. Kemudian tempat itu aku ubah jadi studio kaca yang dipenuhi cahaya matahari, ruang di mana aku bisa melukis tanpa bayang-bayang Keluarga Rahani ikuti aku. Dan sekarang ada orang yang kira bisa ambil itu hanya dengan bayar 3,2 juta sebulan? Aku balas pesannya dengan dua kata singkat. [Mimpi saja.] Nggak nyangka, keesokan harinya manajer gedung datang ketuk pintuku bersama dua orang petugas keamanan. Seseorang telah laporkan aku karena dianggap telah "salah gunakan fasilitas bersama." Sekarang, demi alasan "jaga keharmonisan antar warga," mereka minta aku untuk serahkan kunci tamanku. Oke. Mereka mau buang semua kesopanan? Mereka akan segera tahu seperti apa rasanya berhadapan dengan kekuatan yang sesungguhnya.
ดูเพิ่มเติม"Berita terbaru. Dunia politik Cellini diguncang gempa besar. Anggota Dewan Daerah Selatan, Malik Maksim, ditangkap polisi tadi malam atas tuduhan korupsi dalam skala besar, pencucian uang, serta keterlibatan dengan organisasi kriminal.""Menurut sumber internal, bukti-bukti penyuapan yang dimiliki penyidik nggak bisa dibantah. Jaksa nyatakan operasi pemberantasan korupsi ini akan cabut seluruh jaringan aliran dana ilegal di Daerah Selatan hingga ke akarnya, dan mereka akan tuntut hukuman seberat-beratnya."Aku duduk santai di sofa beludru, lalu tekan tombol diam pada remote televisi.Di layar TV berukuran besar, kedua tangan Malik diborgol erat di belakang punggungnya. Dua agen polisi bertubuh kekar dorong dia tanpa belas kasihan menuju kendaraan lapis baja milik kepolisian. Wajahnya bengkak lebam seperti ubi ungu. Nggak ada lagi kesombongan yang dulu selalu hiasi wajahnya. Yang tersisa di matanya hanyalah rasa putus asa, pemandangan yang nggak tahu kenapa rasanya begitu memuaskan.Su
Setelah urusan dengan manajer properti selesai, tatapanku kembali tertuju ke Malik dan Brenda. Lihat arah pandangku, Malik segera merangkak hampiri. Berkali-kali dia bungkukkan badan hingga kepalanya naik turun tanpa henti, seperti pegas yang dipaksa kerja."Nona Nina! Tolong kasih saya kesempatan untuk tebus semua kesalahan ini!"Dia benturkan dahinya ke lantai sekuat tenaga hingga kulitnya robek dan darah mengucur. Suaranya bergetar hebat dipenuhi ketakutan."Saya akan serahkan semua yang saya miliki! Saya punya koneksi di Balai Kota! Saya bisa jadi orang dalam untuk Keluarga Rahani!""Saya punya bukti para anggota dewan lain terima suap, skandal sang wali kota, aku bisa serahkan semuanya ke Anda!"Aku memandang pria yang sekarang ngemis seperti anjing itu dengan rasa muak."Apa kamu beneran pikir Keluarga Rahani butuh tikus pengkhianat seperti kamu?"Wajah Malik seketika jadi pucat.Dia tahu betul, bagi Mafia, seorang pengkhianat jauh lebih menjijikkan daripada seorang musuh.Aku bi
Jerit-jerit histeris itu akhirnya undang perhatian.Derap langkah tergesa menggema di lorong ketika Manajer Properti, Pak Peter, lari keluar dari tangga darurat sambil terengah-engah, sebuah walkie-talkie masih tergenggam di tangannya."Kenapa ini? Ada orang bilang di penthouse …."Kalimatnya terputus. Tatapannya menyapu pemandangan di hadapannya, lalu tubuhnya membeku seketika. Lebih dari selusin pria berpakaian hitam berdiri berjajar, masing-masing telah siap dengan senjata mereka. Lantai dipenuhi pecahan kaca dan genangan darah.Brenda terkapar sekarat. Malik sedang jilati darah di lantai layaknya anjing liar. Dan di sana berdiri Rudi Bintoro sosok yang paling ditakuti seluruh Daerah Selatan. Kedua kaki Pak Peter langsung lemas nggak bertulang. Dia ambruk ke lantai, sementara noda basah perlahan menyebar di celananya.Saat itulah pintu lift kembali terbuka. Seorang pria berambut perak dengan setelan jas sempurna melangkah keluar dengan napas memburu, peluh basahi dahinya. Dia sama s
Lorong apartemen begitu sunyi hingga suara jarum jatuh pun rasanya akan terdengar jelas. Satu-satunya suara yang pecah keheningan hanyalah napas berat Malik dan cekikik puasnya.Aku bersandar tenang di kursi, menatap dengan dingin pertunjukan badut yang memalukan itu. Lalu pandanganku beralih ke Rudi. Hanya satu tatapan. Darah di sekujur tubuh Rudi seolah membeku seketika. Rasa takut yang luar biasa kasih dia semburan tenaga yang mengerikan. Dia nggak berani buang sedetik pun untuk bicara. Tangannya yang besar diayunkan ke belakang, kumpulkan seluruh tenaga yang dimilikinya.Plak!Itu bukan sekadar tamparan. Yang terdengar adalah bunyi retakan keras yang hantam telinga, suara tulang yang patah.Tubuh Malik yang gemuk terlempar seperti boneka kain. Dia sempat berputar setengah lingkaran di udara sebelum hantam dinding dengan keras, lalu melorot ke lantai bagaikan segumpal lumpur. Dua garis darah tertinggal di wallpaper akibat benturan itu."Aaaagh!"Jeritan Malik melengking seperti babi












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.