“Aku akan menjelaskannya sambil kita jalan, gimana? Waktu kita nggak banyak, Caramel,” ujar Dean sambil menggandeng tangan Caramel, ia tidak sadar telah melakukan itu, tubuhnya bergerak di luar alam bawah sadarnya.’ Caramel kembali menepis tangan Dean, tak lupa dengan tatapan tajam yang Caramel berikan kepada Dean. “Jangan membuat orang lain bisa salah paham, Tuan! Lebih baik Anda keluar dari ruangan saya duluan saja. Saya akan menyusul Anda ke parkiran sambil saya meminta izin kepada manager Kokoh untuk pulang lebih cepat,” ucap Caramel. “Tidak perlu izin, aku sudah mengurus semuanya, kau cepatlah menyusul aku ke parkiran, ya,” ujar Dean dan ia langsung menghilang dari balik pintu ruang kerja Caramel. “Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan sih? Masa dinner aja harus segala ngajak cewek lain, sedangkan dia di rumah sudah ada istri dan bahkan mungkin juga sudah memiliki anak!” Caramel terus menggerutu. Ia membereskan komputernya dan beberapa alat tulis yang sempat ia gunakan un
Last Updated : 2026-08-07 Read more