“Lucien! Apa yang kau lakukan?!” sentak Theodore kesal. Namun, Lucien malah terlihat bangga seraya berkata, “Ah! Ternyata punya calon istri seorang penyihir itu menyenangkan juga. Aku jadi bisa membuntuti ke mana kau pergi dengan gulungan perkamen teleportasi, Dik!”“Kalau sudah membuntutiku, lantas kau mau apa?!” keluh Theodore heran dengan kelakuan absurd kakak tengahnya itu. Lucien memamerkan gigi putih yang berjajar rapi di balik bibirnya, menaikkan kedua alis dan berkata, “Aku ingin tahu progres kalian. Apa yang sudah terjadi di ruangan tertutup ini?”Wajah cassey memerah, seolah ia sedang tertangkap basah melakukan sesuatu yang melanggar norma. “Kau mau tahu saja urusan pria dan wanita di dalam ruang tertutup, Luce! Pergi sana!”Namun, alih-alih pergi, Lucien justru mengambil kursi dan duduk di sana. Netranya malah mengamat-amati meja makan. “Sudah sampai sini, tega sekali kau mengusirku. Apa kau tega, Cassey?”Casssey langsung menggelengkan kepalanya. “Apa Yang mulia pangera
Terakhir Diperbarui : 2026-09-15 Baca selengkapnya