Di dalam kamar yang remang, suasana terasa begitu menyesakkan. Valerie masih menatap ibunya dengan dahi yang berkerut dalam, mencoba mencerna logika manipulatif yang baru saja dilemparkan oleh sang ibu."Maksud Mama? Kita harus menghibur Kak Reyhan? Bagaimana caranya? Apa itu tidak malah akan memperkeruh suasana, Ma? Dia itu suami Mbak Nadia," tanya Valerie lagi, suaranya sedikit meninggi karena bingung.Tante Mia tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tampak sangat tenang, bahkan terlalu tenang untuk situasi yang sedang kacau ini. Dia mengusap punggung tangan putrinya dengan lembut, memaksanya duduk di tepi tempat tidur. "Valerie, dengarkan Mama. Kita ini tamu. Kita menumpang di rumah orang, kita harus tahu diri. Kalau kita ikut campur pertikaian suami-istri, posisi kita akan tersudut. Nadia itu temperamental. Kalau kita membela Reyhan secara terang-terangan di depan Nadia, dia bisa saja mengusir kita kapanpun dia mau. Kamu mau kita tidur di jalan?" Ucap Tante Mia, mencoba menjelas
Last Updated : 2026-07-10 Read more