Candu dekapan tante mia dan putrinya

Candu dekapan tante mia dan putrinya

last updateآخر تحديث : 2026-09-12
بواسطة:  Kak Winaتم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
9فصول
28وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Mempunyai hubungan terlarang dengan tante Mia sekaligus dengan putrinya, bukan rencana Reyhan, tapi semakin istrinya menginjak injak harga dirinya karena dianggap miskin dan tidak becus dalam mencari nafkah, Reyhan makin tidak bisa menahan diri.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Plak!

​Suara sendok yang sengaja dihentakkan Nadia ke atas piring memecah keheningan makan malam.

​"Bisa-bisanya kamu masih tenang-tenang saja makan jam segini, Rey? Ini sudah bulan ketiga kamu menganggur setelah di-PHK! Cicilan rumah, mobil, semuanya jalan terus. Aku capek kerja sendirian sementara suamiku cuma jadi beban!" omel Nadia dengan nada tajam.

​Reyhan menghentikan kunyahannya. Dadanya bergemuruh hebat. Selama tiga bulan ini, dia sudah menahan semua rasa kecewa dan tekanan yang menumpuk. Dia melamar ke puluhan perusahaan, tapi situasi ekonomi memang sedang sulit. Di depan tamu yang sedang menginap, rasa tertekan itu terasa makin menghimpit.

​"Nadia, cukup. Aku tidak diam saja. Aku berusaha tiap hari. Kita bicara di kamar nanti, nggak enak kita bicara masalah seperti ini di depan orang lain," suara Reyhan bergetar, berusaha sekuat tenaga menahan emosinya agar tidak meledak.

​"Kenapa harus tunggu nanti? Valerie ini sahabatku dari SMA, dan Tante Mia juga sudah seperti ibuku sendiri!" sahut Nadia ketus, menunjuk Valerie dan ibunya yang duduk di seberang meja.

​Valerie menunduk canggung, berpura-pura sibuk memutar garpunya. Sementara itu, Tante Mia, wanita berusia 42 tahun yang anggun dan baru tiba dari luar negeri, hanya diam mengamati. Keduanya adalah tamu yang menumpang menginap selama tiga hari menunggu apartemen siap.

Melihat respons dingin dari meja makan, Nadia menahan kekesalan, berdiri menghentakkan kaki menuju kamar di lantai atas. Valerie segera menyusul untuk menenangkan sahabatnya.

​Reyhan menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang berdenyut. 

"Tante Mia... maaf atas ketidaknyamanannya," bisik Reyhan lirih.

​Tante Mia tersenyum tipis dan teduh, memancar simpati. 

"Tidak apa-apa, Rey. Minum dulu, tenangkan pikiranmu. Tante masuk ke kamar duluan ya," balas tante Mia, sambil berdiri melangkah menuju kamar tamu.

​Dua jam berlalu. Jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam. Rumah sudah sepi, tapi pikiran Reyhan masih berantakan. Dia turun ke dapur di lantai bawah untuk mengambil segelas air es untuk mendinginkan kepalanya.

​Suasana dapur temaram, hanya diterangi cahaya redup kulkas. Reyhan mengambil botol air dan berbalik.

​Deg.

​Tante Mia berdiri tepat di belakangnya untuk mengambil minum. 

Karena jarak yang terlalu dekat dan gerakan yang mendadak, tubuh mereka bertubrukan. Botol air terlepas dan menggelinding di lantai. Refleks, tangan Reyhan menahan pinggang Tante Mia agar tidak terjatuh, sementara tangan Tante Mia bertumpu pada dada Reyhan.

​Dalam jarak serapat itu, aroma terapi lavender bercampur aroma alami Tante Mia tercium jelas. Wanita itu hanya mengenakan gaun tidur satin tipis bertali spageti.

​"Ah... Reyhan, maaf. Tante mengejutkanmu ya?" bisik Tante Mia dengan suara serak khas bangun tidur.

​Tante Mia tidak langsung menarik tangannya dari dada Reyhan. Tatapannya memusat lekat pada manik mata Reyhan, penuh rasa kasihan yang sangat jelas.

​"Tante benar-benar kasihan melihatmu, Rey. Kamu pria hebat, pekerja keras, tapi Nadia sama sekali tidak bisa menghargaimu. Pria seperti kamu tidak pantas diperlakukan seperti beban," bisik Tante Mia perlahan, mengusap lembut dada Reyhan.

​Reyhan terpaku, tenggorokannya mendadak kering. 

"Tante..." ucap Reyhan lirih.

Belum sempat Reyhan meneruskan ucapannya, ​tante Mia mendekatkan wajahnya, menatap bibir Reyhan sebelum kembali menatap matanya dengan tatapan intens.

​"Kalau kamu merasa lelah, kesepian, atau butuh seseorang yang benar-benar bisa memanjakan dan melayanimu... Tante selalu ada untukmu, Rey. Kapan pun kamu mau," ucap Tante Mia berbisik terang-terangan di telinga Reyhan, menyiratkan tawaran yang tak lagi terselubung.

​Jantung Reyhan berdegup kencang, akal sehatnya sempat diuji oleh godaan tersebut. Tapi, rasa hormat dan kesadarannya segera menegaskan batasan. 

Reyhan memegang pergelangan tangan Tante Mia, melepaskannya dari dadanya secara perlahan tapi tegas, lalu melangkah mundur satu pijakan.

​"Maaf, Tante Mia. Saya menghargai empati Tante. Tapi saya sangat mencintai pernikahan saya, dan saya masih menghormati Tante sebagai keluarga. Dan saya harap jangan pernah katakan hal seperti ini lagi," jawab Reyhan dengan suara berat tapi tenang. 

​Tante Mia tertegun, terdiam mematung mendengar penolakan dingin dan mantap dari Reyhan.

​Tepat saat Reyhan membungkuk untuk mengambil botol minumnya yang jatuh di lantai, sebuah suara dari atas memecah keheningan dapur.

​Klek.

​Suara pintu terbuka, diikuti langkah kaki yang berjalan menuju tangga.

​"Tante Mia, Reyhan! Kalian ngapain?" ucap Nadia saat melihat tante Mia sedang bersama suaminya.

Sebelum Reyhan sempat membuka suara untuk menjelaskan, Tante Mia sudah lebih dulu memotong dengan senyum tenang khas wanita dewasa yang pandai mengendalikan situasi.

​"Eh, Nadia... Ini, Tante haus banget ingin minum air dingin. Pas turun ke dapur, Tante kaget ada orang, jadi botol minum Reyhan jatuh, tante jadi merasa tidak enak sudah mengejutkan suamimu," sahut Tante Mia santai, jarinya menunjuk botol yang baru saja ditegakkan Reyhan.

​Reyhan menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan debar jantungnya. 

"Iya, Nad. Tante Mia cuma mau ambil minum," Sahut Reyhan.

​Nadia mengibaskan tangannya, mendesis pelan. 

"Oalah, aku kira ada apa. Lagian kamu ini, Rey, malam-malam bikin gaduh saja. Bikin Tante Mia kaget!" Ucap Nadia.

​Nadia tidak menaruh curiga sedikit pun. Dia hanya memutar bola matanya malas, lalu berbalik kembali ke tangga. 

"Cepat kembali ke kamar, Rey. Jangan bikin bising lagi," Lanjut Nadia.

​Ketegangan malam itu akhirnya reda seiring langkah kaki Nadia yang menjauh. Reyhan menatap Tante Mia sekilas dengan tatapan dingin penuh ketegasan, lalu berjalan melewati wanita itu tanpa sepatah kata pun menuju kamarnya.

​Pagi harinya, aroma harum bumbu tumisan membasahi udara dapur. Sejak di-PHK tiga bulan lalu, memasak adalah salah satu rutinitas yang diambil alih Reyhan. Di balik apron lusuhnya, Reyhan merasa setidaknya masih bisa berguna untuk rumah ini. Tangan kirinya terampil memotong daun bawang, sementara tangan kanannya mengaduk nasi goreng di atas wajan besar.

​Langkah kaki halus terdengar dari belakang. Tanpa perlu menengok, Reyhan tahu siapa yang datang dari aroma terapi lavender yang pekat.

​"Pagi, Rey," sapa Tante Mia lembut. Pagi ini dia mengenakan gaun terusan kasual yang pas di badan, memamerkan lekuk tubuhnya yang masih sangat terawat di usia awal empat puruhan.

​"Pagi, Tante," jawab Reyhan datar, tetap fokus pada wajannya.

​Tante Mia melangkah mendekat, berdiri sangat dekat di samping Reyhan. Dia pura-pura mengintip masakan di atas kompor, tapi bahunya sengaja bersentuhan tipis dengan lengan Reyhan.

​"Biar Tante bantu potong sosisnya ya?" tawar Tante Mia seraya meraih pisau dapur.

​"Tidak usah, Tante. Sudah mau selesai," tolak Reyhan halus sambil menggeser posisinya sedikit ke kiri.

​Tante Mia terkekeh pelan, suara tawanya terdengar manja di telinga Reyhan. Dia memiringkan kepalanya, mendekatkan bibirnya ke telinga pria muda itu sewaktu mengambil piring saji.

​"Tawaran Tante semalam masih berlaku, lho. Kalau kamu capek menghadapi sikap Nadia... kamar Tante selalu terbuka. Kamu pria tampan dan mandiri, Rey. Sangat disayangkan kalau tidak ada yang melayanimu dengan layak.”

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
9 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status