“Tunggu dulu! Di mana senjata Ariani, kita tidak bisa meninggalkannya karena itu adalah senjata pusaka dari pedepokan Melati Sakti,” sergah Jantaka.“Bukankah itu hanya senjata, kita bisa mendapatkan senjata lain nanti,” jawab Arga tergesa-gesa.“Kau tidak mengerti, senjata sama halnya dengan anggota tubuh. Jika dia kehilangan senjatanya, mungkin Ariani akan bersedih,” tutur Jantaka.Mendengar itu Arga melirik ke arah pedang hitamnya, “Benar juga, kau adalah anggota tubuhku,” ucap Arga berbicara kepada pedang hitam.“Baiklah, aku akan mengambilkannya,” ungkap Arga membuat Jantaka senang.Arga segera mengangkat salah satu kepalan tangannya ke atas langit, memancarkan cahaya merah terang yang menyebar ke seluruh wilayah.Tidak lama dari itu sebuah pedang indah lengkap dengan sarungnya melesat dari arah goa kaum Kumbolo dan mendarat mulus di tangan Arga.“Sial! Kemampuanmu itu sungguh luar biasa, apa aku bisa mempelajarinya?” tanya Jantaka berdecak kagum.“Hahaha, tidak bisa. Ini kemampu
最後更新 : 2026-09-23 閱讀更多