“Apa dia mati?” gumam Nuri melebarkan mata.“A-a—aku tidak tahu,” jawab Tika terbata.Dia masih terkejut karena dirinya hampir saja tergigit mahluk itu.“Pedang ini!” Jambang mengenali pedang besar yang masih menancap di tanah.“Benar, itu punyaku,” terdengar suara Arga yang baru saja muncul dari kegelapan.Di belakangnya juga muncul Ariani dan Jantaka yang sedari tadi terus memperhatikan pertarungan.“Kau?”“Kau?”“Kau?”Nuri, Kamala, Bopeng, Apud, dan Buki menyipitkan mata melihat Arga. Pandangan mereka masih saja sinis seperti tidak suka kelompok Arga ada di sana.Arga tidak menggubris mereka, dia terus berjalan menghampiri Tika untuk mengambil pedangnya kembali.Sriing!Pedang hitam berukuran besar dicabut dari tanah untuk kemudian di tenteng dengan satu tangan seakan pedang itu sangat ringan.“Terima kasih kau telah menyelamatkan teman kami,” ungkap Jambang.“Sama-sama, itu hanya bantuan kecil,” jawab Arga.“Aku tidak menyukai mereka,” bisik Ariani.“Aku juga sama,” jawab Jantaka
Last Updated : 2026-09-12 Read more