“Maaf aku selalu menyusahkanmu,” Arga menunduk merasa bersalah.“Tidak apa, itu salahku karena aku tidak memberitahumu tujuanku berburu,” ujar Zufu sembari tersenyum.“Tapi untuk apa kau mencariku? Bukankah kau bisa menungguku pulang?” tanya Zufu merasa aneh.Arga tersenyum malu sebelum menjawab, “Waktu itu aku terlalu bersemangat ingin menanyakan pedang milikku, siapa tahu dirimu pernah menemukannya,” ungkap Arga.“Apa pedang besar yang mirip batu dengan gagang berwarna merah?” tanya Zufu membuat Arga melebarkan mata.“Benar, benar itu pedangku, dimana dia sekarang?” tanya Arga penuh semangat.“Hahaha, ternyata itu pedangmu. Aku menguburnya di bawah pohon ini karena kukira itu hanya sekedar sampah yang tidak sengaja terbawa kemari,” Zufu tertawa terbahak-bahak.“Di-di—dikubur? Apa kau bisa mengangkat pedangku?” tanya Arga sulit percaya di mana di alam manusia, tidak ada seorangpun yang bisa mengangkat pedang itu selain dirinya.“Hahaha, mengapa tidak bisa, itu hanya sekedar pedang, d
Última actualización : 2026-10-12 Leer más