ログインGagalnya membawa Mutiara Sendayu membuat sesepuh perguruan Walet Darah sangat marah.Meski mereka mendapatkan pusaka selendang sutra, tetapi tanpa darah gadis berambut merah hanya kesia-siaan di mana pusaka tersebut tidak dapat di gunakan.Alih-alih mendapatkan pujian atau hadiah dari sesepuh Walet Darah, Kala Hitam bersama Boyojogo dan teman-temannya malah mendapatkan hukuman berat.Mereka dikurung dengan tubuh terikat rantai berduri membuat darah mereka terus menetes masuk ke dalam wajan batu berukir aksara segel aneh.Mereka tidak dapat menolak atau meronta karena ini adalah hukum Walet Darah.Siapa pun yang berhasil melalui hukuman tersebut selama 40 hari, maka mereka akan dibebaskan.Sementara darah mereka akan dipersembahkan kepada ratu sihir kegelapan sebagai tumbal kegagalan tugas.Bukan hanya gagal, tetapi Kala Hitam juga telah menghilangkan 5000 prajurit kuat perguruan mereka membuat perguruan Walet Darah mengalami kerugian besar.“Penjaga, tolong bebaskan kami. Bukankah kam
“Hewan siluman? Sial!” Kala Hitam kembali mundur menjauh.Dia tidak percaya mengapa bisa ada hewan siluman di perguruan sebesar Sayap Dewa.Tetapi pandangan Boyojogo dan ke 4 ketua pengkhianat tiba-tiba langsung berubah buruk karena ingat di sini adalah bukit terlarang.“Sial! Dia menjebak kita masuk ke sarang siluman,” teriak Boyojogo.“Sarang siluman?” tanya Rakean yang juga terkejut.“Benar, Ki Elang Sakti selain pendekar tanpa tanding, dia juga merupakan pawang hewan siluman. Orang tua itu mengumpulkan banyak siluman hanya untuk di pelihara,” tutur Boyojogo sembari mundur menjauh.“Hahaha, bodoh! Seharusnya kalian menyadari lebih awal,” Arga tertawa terbahak-bahak sementara mulutnya masih saja mengeluarkan darah.Ukhuk!“Sial! Lukaku terlalu parah,” umpat Arga kemudian.Selanjutnya dia memasang posisi bersila untuk memulihkan diri, sementara musuh mulai bertarung melawan ratusan hewan siluman yang baru saja tiba.Ayam berbulu api, singa loreng, kura-kura bertaring setinggi 5 meter
“Sial!” umpat Yamandaru yang merasakan musuh tiba-tiba berada di sana.Sring! Cruaaat! Aaaaaa!Punggung Yamandaru terkena sayatan pedang hitam meninggalkan luka terbuka yang kini mengucurkan banyak darah.Beruntung dia masih sempat menendang angin untuk menghindar, andai Yamandaru tidak bergerak, kemungkinan tubuhnya akan terbelah menjadi dua.Ketua perguruan Walet Darah itu segera turun ke daratan untuk memulihkan diri sementara Arga di hadapi oleh Kala Hitam dan Rakean.Trang! Trang! Trang!Suara pedang beradu di udara. Melawan dua orang secara bersamaan membuat Arga dengan cepat terdesak.“Gelombang kepakan sayap!” teriak Kala Hitam.Dia memanfaatkan situasi saat Arga sedang bertarung dengan rakean.Gelombang energi kuat melesat tepat mengenai tubuh Arga.Bummmm! Aaaaa!Ledakan besar terjadi melemparkan tubuh Arga sejauh 300 meter. Arga jatuh ke daratan dan berhenti setelah menghantam batuan besar membuat batu tersebut langsung hancur menjadi serpihan.Ukhuk!Arga memuntahkan darah
“Kita akan pergi ke mana Arga?” tanya Mutiara Sendayu. Mutiara Sendayu tidak bisa menentukan arah dari atas langit karena ini merupakan kali pertama dia terbang.“Kita akan masuk ke wilayah perguruan Sayap Dewa, di sana ada tempat yang bagus untuk menjebak mereka,” jawab Arga.“Tunggu dulu! Dari mana kau tahu namaku?” tanya Arga kemudian.“A-a—aku menanyakan ke salah satu ketua di Sayap Dewa,” jawab Mutiara Sendayu malu-malu.“Menanyakan?” desak Arga.“Be-be—benar,” jawab Mutiara Sendayu terbata.Gadis itu tidak mungkin berterus terang bahwa dia dari awal sudah penasaran dengan sosok Arga.Bahkan saat di gedung perawatan pun Mutiara Sendayu sengaja diam-diam ke sana hanya untuk melihat keadaan Arga.Namun siapa sangka, kehadirannya di gedung perawatan malah mengulang kejadian yang sama.Lagi-lagi bibirnya kembali bersentuhan dengan bibir Arga, membuat Mutiara Sendayu semakin bertanya-tanya mengapa ini bisa ternjadi?Dia tahu semua yang terjadi dengannya adalah sebuah kebetulan, tetapi
“Lepaskan aku! apa yang ingin kau lakukan dasar cabul?” Mutiara Sendayu terus meronta ingin terlepas dari pegangan Arga.“Dasar bodoh! Berhenti memanggilku cabul, semua yang terjadi di antara kita adalah ketidak sengajaan,” ketus Arga.Dia masih melesat menyusuri langit menghindari kejaran Kala Hitam dan kelompoknya.“Cih! Aku tidak percaya, buktinya ini kau sedang merangkul tubuhku,” Mutiara Sendayu masih meronta.“Sial! Menyesal aku membebaskan totokannya,” umpat Arga di dalam hati.Karena Mutiara Sendayu tidak bisa diam, Arga-pun berhenti, “Lihatlah! Jika kau kulepaskan, maka mereka akan kembali menangkapmu. Apa kau ingin berakhir dijadikan tumbal?” ungkap Arga sembari menunjuk kelompok Kala Hitam dengan pedangnya, membuat Mutiara Sendayu sontak membelalakan mata.Sedari tadi gadis itu baru sadar bahwa Arga telah menolongnya, sehingga setelah mengetahui itu, Mutiara Sendayu langsung tertunduk malu.“Ma-ma—maaf,” ungkap Mutiara Sendayu lemas.“Sekarang sudah telambat, mereka telah k
Dengan pedang hitam di pundaknya, Arga melesat menyusuri langit mengejar kelompok pendekar Walet Darah yang membawa Mutiara Sendayu.Beruntung Arga pernah bersentuhan bibir dengan gadis itu sehingga meski sudah jauh, Arga masih dapat merasakan hawa energinya, di mana saat itu, secara tidak sengaja mereka telah bertukar energi.“Ternyata mereka pergi ke arah barat,” gumam Arga.Langit senja mulai gelap berganti malam, tetapi semua itu bukan halangan bagi Arga karena matanya mampu menembus kegelapan.Arga memacu tubuhnya agar dapat melesat lebih cepat, dia bahkan menggabungkan teknik lompatan langit dengan ilmu terbang yang pernah dirinya pelajari dari Resi Satya Raga.Belajar sembari menyeimbangkan tubuh dalam kecepatan tinggi sungguh sulit membuat Arga beberapa kali mengalami kegagalan.Tetapi karena kegigihannya, Arga akhirnya mampu menggabungkan dua jurus tersebut sehingga kecepatan terbang Arga bertambah beberapa kali lipat.Wuuussss!Arga melesat bagai cahaya menembus pekatnya mal







