LOGINSemakin lama antrian pengunjung semakin pendek dan sebentar lagi akan mencapai Arga.Ratusan bangsawan yang gagal masuk masih tetap berada di halaman gedung lelang karena ingin tahu bagaimana nasib Arga selanjutnya.“Mereka telah merendahkan acara lelang besar. Jika tidak disiksa, ketiga petani miskin itu pasti akan langsung dieksekusi mati oleh para kesatria, hahaha ini merupakan tontonan menarik,” salah satu bangsawan tertawa.“Benar, aku juga sangat penasaran dengan nasibnya,” ujar bangsawan lain yang berada di dekatnya.“Apa dirimu sudah membeli lencana lelang?” tanya bangsawan yang tadi tertawa.“Hahaha, tentu saja sudah. Aku mendapatkan lencana perak,” jawab bangsawan di dekatnya dengan bangga.“Anda sungguh luar biasa, maaf karena aku tadi tidak sopan,” bangsawan yang tadi tertawa langsung bersikap hormat karena status sosial mereka ternyata berbeda.“Kenalkan aku Fiere, dari keluarga bangsawan Victoria,” sambungnya memperkenalkan diri.“Victoria ya, tidak buruk. Aku Zetis, dar
Sore hari di wilayah kota raja kerajaan Balkan, tepatnya di halaman gedung pelelangan. Terdapat antrian panjang ribuan orang dari berbagai kalangan yang hendak mengikuti acara lelang.Meski namanya pelelangan besar, tetapi tidak semua orang dapat masuk ke sana karena hanya yang memiliki lencana sajalah yang diperbolehkan masuk.Lencana adalah sebuah plat logam kecil persegi panjang yang hanya dimiliki oleh peserta tetap pelelangan atau peserta baru yang mampu membelinya.Terdapat 3 lencana peserta lelang di gedung tersebut, jika diurutkan menurut tingkatannya, ke-tiga lencana itu antara lain, perak, perunggu, dan emas.Peserta yang memiliki lencana perak adalah peserta kalangan bawah yang tidak akan mendapatkan fasilitas apa-apa.Mereka mengikuti pelelangan hanya dengan cara berdiri berdesak-desakan dengan peserta lain.Sementara peserta yang memiliki lencana perunggu mendapatkan fasilitas berupa kursi duduk dan berada di barisan paling depan.Orang-orang yang memiliki lencana perungg
Jika sampai ke telinga raja, tidak hanya rumah makannya saja yang akan tutup, tetapi nyawa dia dan keluarganya juga akan terancam.“Cukup, Diego! Ini bukan salahnya,” ucap Lady Elenio.“Tapi tuan, …,” sang pemimpin kesatria penjaga yang bernama Diego tersebut langsung terdiam mendapati Lady Elenio mengacungkan jari telunjuknya.“Ba-ba—baik Lady,” Diego tidak lagi berani membentak pemilik rumah makan.“Te-te—terima kasih tuan, sebagai balasannya, kami akan ganti rugi kepada anda, dan semua yang anda pesan di sini tidak akan dikenakan bayaran,” pemilik rumah makan berlutut.“Tidak perlu, aku tidak membutuhkan semua itu,” ucap Lady Elenio singkat.Sedari tadi dia terus memperhatikan Arga yang saat ini sedang menyantap makanannya dengan lahap.Pemuda lusuh itu begitu mencurigakan karena dengan kejadian sebesar tadi, dia masih tetap terlihat tenang.Alih-alih takut dan pergi seperti kebanyakan orang, Arga malah dengan santainya memesan lagi makanannya.“Diego, tolong undang tuan muda itu k
Tidak hanya Arga, tetapi 15 kesatria yang menjaganya juga ikut merasakan aura energi tersebut.“Celaka! Ada serangan, lindungi Lady Elenio!” seru pemimpin kesatria penjaga.Ke 14 anak buahnya serentak bergerak cepat mengelilingi meja gadis cantik bergaun merah.Sementara para bangsawan lain terkejut bukan buatan karena tidak merasakan apa-apa.Mereka hanyalah bangsawan biasa tingkat atas dan menengah yang sedang menunggu waktu untuk mengikuti acara lelang.Bangsawan menengah tidak memiliki penjaga seperti halnya bangsawan atas, sementara setiap bangsawan atas akan dijaga oleh 2 atau 3 kesatria dalam setiap langkahnya.Hanya saja kesatria yang menjaga mereka merupakan kesatria tingkat rendah dengan kemampuan bertarung rata-rata seperti prajurit kerajaan biasa.Berbeda dengan bangsawan Elit, mereka biasanya memiliki 5-7 kesatria yang selalu menjaganya.Jika ada seorang bangsawan yang memiliki penjaga lebih dari 10 kesatria, dia merupakan bangsawan bergelar yang memiliki pengaruh besar t
Menjelang siang, rombongan Arga telah tiba di pasar kota raja.Berbeda dengan pasar di daratan lain, pasar kota raja kerajaan Balkan sangatlah besar, bersih, dan tertata dengan begitu rapi.Setiap pedagang memiliki bangunan tersendiri yang disebut dengan toko, sehingga pembeli tidak akan berdesakan dengan pembeli lain. Tidak hanya itu, setiap toko juga memiliki 4 penjaga berupa kesatria dengan kemampuan bertarung menengah.Terdapat toko pakaian, toko seni, senjata, obat, tanaman, makanan, buah-buahan, dan banyak lagi yang lain-nya. bahkan toko bahan bangunan-pun ada di pasar kota raja.Semua barang yang dijual di sana merupakan barang terbaik dari berbagai kerajaan, baik kerajaan terdekat maupun kerajaan yang sangat jauh.Selain toko, di pasar kota raja juga terdapat beberapa rumah makan mewah yang menjajakan berbagai jenis makanan.“Apa ini yang kau sebut pasar, Antonio?” Arga terpana menyaksikan banyak bangunan pedagang yang besar dan megah.“Benar tuan, pasar di kota Balkan memang
Sebuah gedung sangat besar berdiri kokoh terbuat dari batuan keras berwarna putih yang terlihat sangat indah.Di depan bangunan tersebut juga terdapat banyak patung manusia berbagai ukuran seperti gedung-gedung lain pada umumnya di negeri Balkan.Namun bedanya, di halaman gedung ini memiliki kolam air mancur berbentuk lingkaran yang di tengah kolamnya terdapat patung seorang anak kecil yang sedang kencing.Di sisi-sisi kolam terdapat ukiran batu yang menggambarkan berbagai jenis senjata seperti busur panah, trisulia, pedang, golok, tombak, bahkan terdapat gambar kipas yang sedang terbuka lebar.Di depan gedung terpajang tulisan besar yang diukir menggunakan aksara Balkan di mana kerajaan Balkan memiliki jenis ejaan huruf sendiri.“Apa arti dari tulisan itu Antonio?” tanya Arga.Meski dia bisa berbicara bahasa Balkan, tetapi untuk tulisan Arga tidak bisa membacanya karena kemampuan yang diberikan Zufu hanya untuk menerjemahkan bahasa saja.“Apa kakang tidak bisa membacanya?” tanya Muti







