Malam ini, Aurel Wicaksono kembali berteriak berulang kali, "Ethan, aku mencintaimu ... Ethan, aku mencintaimu ...."Namun, tepat di detik itu, Ethan justru berbisik di telinganya, memanggil nama perempuan lain, "Celine ... aku juga mencintaimu."Tubuh Aurel seketika menegang, sudut bibirnya mengukir senyum kecut.Seharusnya dia sudah terbiasa, tetapi hatinya tetap terasa perih, seolah diiris-iris oleh pisau tumpul.Ethan beranjak langsung menuju kamar mandi, bahkan tak sudi menoleh atau menatapnya sekilas pun.Suara air terdengar mengalir, Aurel meringkuk memeluk lutut, merasakan hangat tubuhnya perlahan-lahan lenyap.Tiga tahun lalu, ketika dia masih berstatus sebagai putri Keluarga Wicaksono, diam-diam dia menaruh hati pada Ethan.Kala itu, pria tersebut adalah pemuda paling memukau di kalangan elite Kota Batara. Setiap gerak-geriknya memancarkan aura bangsawan yang memang terlahir dalam darahnya.Sementara dirinya, hanyalah satu dari sekian banyak pengagum yang hanya bisa menatapny
Baca selengkapnya