Dia berusaha sekuat tenaga menggoda wanita itu, mencoba membangkitkan kembali gairah yang dulu begitu familier di tubuh Aurel.Namun, Aurel tak lagi terbuai seperti dulu. Di dalam hatinya, yang tersisa hanyalah rasa muak dan panik yang begitu kental.Air mata mengalir tanpa suara menuruni pipinya, lalu menetes ke tubuh Ethan.Air mata yang dingin itu seolah jatuh tepat ke dalam hati Ethan, bagaikan menyiramkan seember air es ke hatinya.Seketika, seluruh tubuhnya terasa membeku.Ethan panik luar biasa. Dia perlahan melepaskannya, lalu terus-menerus meminta maaf dengan suara penuh penyesalan."Maaf, ini semua salahku. Aku nggak seharusnya berbuat begini. Aku cuma terlalu cemburu sama Ian. Sesaat aku jadi kalap, makanya sampai berbuat begini. Tolong jangan suka sama Ian, dan jangan benci aku, ya? Anggap saja aku memohon padamu."Sosok yang selama ini selalu angkuh dan dingin, kini menundukkan kepalanya di hadapan wanita itu.Namun, Aurel sama sekali tidak merasa senang.Dia menatap pria
Mehr lesen