Andre tidak menunggu lama, dengan gerakan penuh hasrat, dia menarik pinggang Airin lebih dekat, lalu memasukkan batangnya perlahan ke dalam kawah kenikmatan yang sudah basah kuyup itu.“Ahhh … Mas … pelan-pelan … jangan berhenti,” desah Airin.Jari-jarinya mencengkeram bahu Andre erat-erat saat rasa penuh itu merayap masuk, meregangkan dinding-dindingnya yang sudah siap.Andre mengerang pelan, menikmati betapa sempit dan basah kawah kenikmatan menyambut batang besar miliknya. Lelaki itu mulai bergerak dengan perlahan, menghujam dalam dan lambat, setiap dorongan menggesek titik paling sensitif di dalam tubuh Airin.“Kamu sempit banget, Airin. Punyamu basah … aku susah nahan,” bisik Andre di telinga Airin, sambil menggigit lembut cuping telinganya.Airin mengangkat pinggangnya, menyesuaikan agar setiap hentakan lebih dalam. Tangannya turun, meraba dada Andre, lalu mencubit putingnya pelan.“Lebih dalam lagi, Mas … aku mau ngerasain semuanya. Masukin semua,” racau Airin, suaranya serak
Última actualización : 2026-09-03 Leer más