Tampak Ki Jaga keluar dari mobil, dan dalam sekejap sudah mengetuk jendela mobil.“Tuan muda, sebaiknya kita gak menunda lagi. Khawatirnya bocah iru mati,” usul Ki Jaga.“Ayo kita masuk, Ki. Ga papa basah sedikit … yang penting nyawa Ego selamat,” sahut Andre.Andre, Mayang, Ki Jaga, Bag Jago serta yang lainnya mulai mendekat, kemudian mencari cara agar mereka bisa masuk tanpa ketahuan.Andre melihat jendela samping yang sedikit terbuka, dia membuka perlahan, lalu melompat dari jendela ke dalam tanpa suara. Di dalam ruangan, cahaya tampak remang yang berbau kemenyan dan amis darah segar, tubuh kecil Egi terikat di atas meja batu hitam bertuliskan ukiran-ukiran aneh dengan pola yang ganjil.Darah dari lengan bocah sepuluh tahun itu mulai menetes perlahan, mengalir menyusuri celah-celah ukiran batu menuju pusat altar. Egi terkulai lemas dengan mata setengah terpejam, ketakutan setengah mati melihat dua pria berkerudung hitam siap mengayunkan pisau ke arah dadanya."Hei, berhenti! Dasar
Última actualización : 2026-09-09 Leer más