“Bun, Ala. Saya… permisi dulu, ya, ada beberapa hal yang harus diselesaikan dulu di kantor,” ujar Azkara, sedikit ragu.Alana menoleh sebentar, kemudian mengangguk. Begitu juga dengan Bu Sania yang tersenyum hangat dalam anggukannya.“Kalian habiskan makanannya, ya, nanti saya ke sini lagi setelah semuanya selesai.”Dua perempuan itu kembali mengangguk, lalu Azkara akhirnya pergi. Setelah melihat suaminya menjauh, Alana langsung membungkus lagi makanannya. Selera makannya sudah hilang sejak tadi, hanya saja dia tidak ingin mendapat teguran dari Azkara, jadi tetap melanjutkan makannya.“Habiskan, Ala. Ingat kata suamimu barusan,” tegur Bu Sania.Alana menggeleng. “Aku sudah kenyang, Bun.”Bu Sania menghela napas. Kalau sudah begitu, mau memaksa pun rasanya tidak bisa. Jadi, dia memilih untuk membiarkan saja.Tak berselang lama, terlihat ada seorang dokter yang keluar dari ruang ICU, Alana yang sudah selesai makan langsung menghampiri.“Bagaimana keadaan ayah saya, Dok? Apakah sudah ad
Last Updated : 2026-08-05 Read more