Calon Suamiku Dipenjara, Sahabatku Jadi Penggantinya

Calon Suamiku Dipenjara, Sahabatku Jadi Penggantinya

last update최신 업데이트 : 2026-08-10
작가:  Author EA완결
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
7 평가 순위. 7 리뷰
36챕터
1.2K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

“Kalau begitu… kamu mau 'kan, nolongin Ala untuk jadi pengganti calon suaminya?” Pernikahan impianku bersama Dokter Arhan hancur dalam semalam ketika dia menabrak seseorang hingga tewas di H-2 pernikahan kami. Demi menutupi malu, ayahku memohon kepada Azkara, sahabat terbaikku sejak kecil, untuk menikahiku. Azkara setuju, tapi aku tidak. Aku membencinya karena telah menggantikan Arhan, calon suamiku. Aku bersumpah akan tetap menjaga kesucianku sampai Arhan bebas dari penjara dan aku bisa menceraikan Azkara. Aku bersikap dingin, kasar, dan selalu menjaga jarak. Namun, Azkara bukan lagi sahabat manis yang bisa kuatur sesuka hati. Sekarang, dia adalah suamiku.

더 보기

1화

Bab 1

“Pihak keluarga korban nggak mau berdamai, La.”

Satu kalimat itu menghantam hati Alana, membuat gadis itu langsung terduduk lemas di ujung sofa. Impiannya menjadi istri seorang dokter, kini akhirnya kandas tanpa aba-aba terlebih dahulu.

“Mas Arhan itu dokter, Yah, pasti ada keringanan, ‘kan? Keluarganya pasti mau bertanggungjawab pada ahli warisnya—”

Pak Arjuna menghela napas. “Keluarganya memang berniat untuk menanggung semua biaya kehidupan anak-anak yang ditinggalkan korban, bahkan berjanji untuk memberikan modal usaha untuk istrinya. Tapi keluarga korban tidak setuju, La, mereka nggak mau berdamai. Jadi, kepolisian tetap menetapkan Arhan menjadi tersangka dan akan dipenjara. Untuk berapa lama waktunya, nanti akan diputuskan di pengadilan.”

“Ya Allah… kenapa jadi begini ….”

Alana menangkupkan kedua tangannya di wajah, air matanya perlahan merembes keluar melalui celah-celah jarinya. Bahunya berguncang seiring dengan isaknya yang terdengar memilukan, menyesakkan dada di setiap tarikan napasnya.

“Jadi, semuanya harus bagaimana, Yah? Undangan sudah disebar, seluruh keluarga juga akan datang besok untuk mempersiapkan pernikahan Ala. Para tetangga juga sudah disambat untuk bantu masak-masak besok. Nggak mungkin dibatalkan tiba-tiba, ‘kan?”

Bu Sania yang sejak tadi diam berpikir keras, kini akhirnya buka suara dengan penuh kepanikan. Wajahnya yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah menginjak kepala empat, nampak sekali gurat kekhawatirannya.

Pak Arjuna tampak berpikir sejenak, mencoba mencari solusi yang tepat untuk menenangkan hati putri sulung dan juga istrinya. Pernikahan itu harus tetap dilangsungkan, bagaimanapun kondisinya nanti. Dia tidak ingin nama baiknya tercoreng hanya karena kegagalan pernikahan putrinya.

Saat belum menemukan ide yang tepat, tiba-tiba saja terdengar suara bel berbunyi. Seorang asisten rumah tangga yang sebelumnya baru saja menyajikan minuman teh untuk majikannya, segera beranjak menuju pintu dan membukanya.

“Assalamualaikum—”

Semua orang yang ada di sana menoleh dan menjawab salam, tak terkecuali Alana yang langsung melepas kedua tangannya seraya mengusap air mata. Ada sedikit rasa malu yang tiba-tiba muncul, tidak ingin siapapun tamu yang datang itu melihat dirinya yang tengah menangis.

“Wa’alaikumsalam—”

“Loh, Azka? Kamu pulang kapan? Katanya lagi pulang kampung? Om kamu lagi nikahan, ‘kan?” celetuk Bu Sania bertubi-tubi, sedikit terkejut saat melihat kedatangan sahabat putrinya.

Pemuda itu tersenyum. “Baru nyampe tadi, Tante. Kebetulan Om Arif sudah resmi menikah kemarin, jadi hari ini Azka pulang duluan. Papa sama Bunda dan adik-adik pulang lusa, insyaaAllah.”

Bu Sania ber-oh pelan, memaksakan senyumannya agar tidak terlihat gurat kepanikan di wajahnya. Tidak mungkin dia menunjukkan semuanya di depan sahabat putrinya itu, ‘kan? Ini masalah keluarga, jadi tidak semua orang harus tahu yang sebenarnya.

“Kenapa pulang duluan, Ka? Biasanya kamu betah di kampung?” Kali ini Pak Arjuna yang bertanya, mencoba mencari topik agar pemuda itu tak terfokus pada putrinya. Sementara lirikan matanya sesekali tertuju pada putri sulungnya, memberi kode agar gadis itu masuk kamar saja.

Namun, sayangnya Alana sedang dalam suasana hati yang kacau, sehingga tidak bisa semudah itu memahami kode dari ayahnya. Hingga akhirnya ….

“Iya, Om. Lusa Ala sudah mau menikah, ‘kan? Masa sahabat dekatnya dari kecil nggak datang sih? Azka juga mau jadi groomsmen, dong. Hehee—”

Azkara terkekeh pelan. Namun hanya dua detik saja, karena detik berikutnya dia langsung terpaku saat melihat raut wajah sahabat karibnya itu. “Loh? Kamu kenapa, La? Habis nangis, ya?”

Alana menggeleng pelan, memaksakan senyumnya yang lebih banyak memberi rasa perih dalam hati dibandingkan kebahagiaan. “Aku nggak papa kok, Ka. Maklum, bentar lagi melepas masa lajang. Jadi ada momen haru pas bareng-bareng sama keluarga.”

Bu Sania dan Pak Arjuna yang mendengar itu langsung bergeming, menatap putri mereka dengan sorot yang sulit diartikan. Hati mereka ikut pilu melihat putrinya yang berusaha tegar di depan sahabatnya.

Sementara Azkara mengernyitkan dahi, dia terlalu sulit untuk dibohongi oleh gadis itu. Apalagi mengingat jika dari kecil mereka tumbuh bersama, menghadapi segala kenakalan masa kecil bersama-sama. Sekalipun Azkara dua tahun lebih tua dari Alana, tetapi keduanya tetap bersahabat layaknya anak yang seumuran.

“Kamu yakin, La? Nggak bohong?” Tatapan matanya sedikit menyipit dan menyelidik.

Alana langsung mengangguk. “Yakin, Azka. Udah lah, nggak perlu dibahas. Oh ya, kamu udah makan? Kalau belum, sana makan dulu di dalam. Bunda tadi masak sop iga—”

Belum juga Azkara merespon, tiba-tiba pintu rumah itu kembali dibuka dari luar. Kali ini dengan sedikit kasar dan tergesa, membuat semua yang ada di sana menoleh cepat.

“Om, Tante! Barusan aku dengar dari Mami, katanya Mas Arhan dibawa polisi. Itu beneran nggak? Mami pasti bohong, ‘kan?”

Elvan, adik sepupu Alana menatap om dan tantenya dengan sorot tak percaya. Pemuda itu sedikit terengah karena mungkin baru saja berlari entah dari mana.

Alana melebarkan matanya, bersamaan dengan sesak dalam dada yang kembali mendera. Sementara Pak Arjuna dan Bu Sania menghela napas panjang.

Sedangkan Azkara… pemuda itu terkejut bukan main. “Dokter Arhan dibawa polisi?!”

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

리뷰더 보기

Chizue Elen
Chizue Elen
Kerenn, lanjutt kakk ......
2026-08-14 22:21:14
0
0
Nizam Nizarul
Nizam Nizarul
Satu kata 'BAGUS' baru awal2 menarik dn sepertinya lanjutannya ada kejutan buat Alana .........
2026-07-31 20:55:45
1
0
Black Aurora
Black Aurora
dari sinopsisnya seru kak. ijin baca ya ...
2026-07-28 14:20:16
1
0
Rischa Rustan
Rischa Rustan
kereen nih.... lanjut terus yaa di tunggu kelanjutanya plus judul2 lainnya ...............
2026-07-25 12:37:41
1
0
Author EA
Author EA
bismillah... novel pertama di GoodNovel. lancarkan yaa Allah...... aamiin...
2026-07-20 12:43:30
1
0
36 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status