Laksmana Biru menyaksikan Dewa Iblis Malam Abadi mulai mengumpulkan tenaga. Tepat ketika lawannya hendak bergerak, ia mendadak membuka mulut. “Malam Abadi, tunggu.” Dewa Iblis Malam Abadi menghentikan gerakannya sesaat. Laksmana melanjutkan dengan wajah tenang, “Aku berubah pikiran.” “Mendadak aku ingin menyerah.” Dewa Iblis Malam Abadi tertegun. Sesaat kemudian, ia justru tertawa keras. “Hahaha!” “Dalam keadaan seperti ini, kamu masih berpura-pura menyerah untuk mengulur waktu?” Tawanya semakin lepas. “Aku benar-benar menyukai watakmu yang tidak tahu malu itu.” “Sayangnya, percuma.” Boom! Hawa Dewa Iblis Malam Abadi langsung membubung. Kegelapan pekat kembali berkumpul di sekeliling tubuhnya. Langit Kegelapan Agung mulai mengembang. Sorot matanya berubah dingin. “Waktu kendalinya hampir habis.” “Tidak boleh kubiarkan kamu lepas.” Hati Laksmana langsung merosot. Ia sendiri tahu keadaan tubuhnya. Pesona Penelan Jiwa memang mulai melemah, tetapi sambungan antara kesadaran d
Última actualización : 2026-09-10 Leer más