“Sudah tidak tahan!” Deni akhirnya berhenti berjalan. Setelah entah berapa lama menyusuri Pegunungan Malam Abadi tanpa menemukan satu pun lawan, kesabarannya benar-benar habis. “Kita keluar saja dari pegunungan ini!” Ia langsung menoleh kepada Bagas. Bagas terlihat ragu. “Aman tidak, ya?” Deni segera menyambar, “Aman apanya?” “Memangnya tidak membunuh apa pun bisa disebut aman?” Ia menunjuk ke arah luar pegunungan. “Kalau begini terus, ketika penilaian selesai, kelas lain sudah mengumpulkan ribuan bahkan puluhan ribu poin.” “Lalu kita?” Deni membentangkan tangan. “Mau pulang membawa angka nol bulat-bulat?” Bagas terdiam. Pendirian yang tadinya cukup kokoh mulai goyah. Melihat kesempatan itu, Deni langsung melanjutkan, “Bagas, kamu pasti tidak mau Ryan sampai dipecat gara-gara nilai kelas kita jeblok, kan?” Kalimat itu langsung mengenai titik paling sensitif. Deni menambahkan, “Tenang saja. Kita tidak perlu pergi terlalu jauh.” “Kita cuma berburu di sekitar pinggiran P
Última actualización : 2026-09-04 Leer más