Kemudian Arga kecil menghampiri kedua orang tuanya, dia berlari ke arah Ibunya lalu memeluknya dengan erat. "Ibu, jangan sedih nanti Arga ikutan sedih.""Ibu gak sedih, Sayang. Arga kok belum bobo? Sudah malam ini, Arga bobo ya,""Arga haus, Ibu. Jadi Arga bangun, terus pas Arga mau ke dapur, Arga liat Ibu nangis dan Ayah mau tinggalin kita ya, Ibu?""Arga, mau kan ikut sama Ibu? Kita bobo lagi ya masih malam," Wulandari menggendong tubuh mungil Arga, kemudian melangkah menuju kamar Arga. "Ibu, Ayah mau ninggalin kita? Tante itu siapa," tanya Arga, lirih. "Ayah gak ninggalin kita, Sayang. Tante itu temannya Ayah, tapi Ibu mau ajak Arga jalan-jalan mau? Kita ke rumah nenek di Desa.""Mau, Ibu. Arga sudah kangen banget sama Nenek, kangen makan masakan nenek yang enak,"Keesokan harinya, Wulandari membawa Arga yang saat itu masih kecil kembali ke desa. Keduanya menjalani kehidupan yang sederhana namun bahagia. Setiap paginya Wulandari berjualan nasi uduk keliling di Desa untuk memenu
Last Updated : 2026-07-29 Read more