"Minumlah, Nona Kaera," bisik Xavier dengan lembut, membantu Kaera menegakkan tubuhnya yang lemah.Kaera meneguk air itu dengan lahap, tenggorokannya yang seperti terbakar perlahan-lahan terasa sejuk. Napasnya masih memburu, tetapi secercah harapan mulai hidup kembali di matanya yang sayu."Terima kasih, Tuan Xavier..." suara Kaera terdengar serak, hampir seperti bisikan pelan. "Bagaimana... bagaimana keadaan Ayahku?"Xavier menghela napas berat, duduk bersimpuh di samping jeruji besi. "Kabar baik, Nona. Kondisi Ayah Anda hari ini mulai membaik. Dokter menanganinya dengan baik." Jawab Xavier. Air mata Kaera menetes membasahi pipinya. Senyum tipis terukir di bibirnya yang pucat. "Syukurlah...tidak sia-sia pengorbanan ku ini jika Ayahku mulai membaik, aku tidak tau kapan bisa melihatnya lagi." "Jangan bicara begitu, Nona. Anda harus bertahan," Ujar Xavier mencoba meyakinkan Kaera. “Tuan Handan masih menunggu kepulangan Anda, Nona." Kaera menunduk, meremas kain bajunya yang kotor. Hat
Last Updated : 2026-08-10 Read more