“Kenapa kamu tidak angkat telepon saya?”Natasha langsung dicecar pertanyaan itu oleh Bian setibanya dia di kantor hari Senin pagi ini.Tanpa menatap Bian, Natasha menjawab dengan profesional, “Mohon maaf, Pak. Saya sedang sibuk dengan urusan pribadi saya kemarin. Lagi pula, jika ada pekerjaan yang penting, Bapak bisa menyampaikannya kepada saya di hari kerja.”Tampak kerutan samar di kening Bian. Dia beranjak dari kursi kerjanya, melangkah pelan menghampiri Natasha yang berdiri di depan meja.“Kamu sengaja mengabaikan saya, Natasha?” tanya Bian rendah.Benar. Natasha sengaja mengabaikan panggilan pria itu kemarin. Mendengar suara Bian di saat hatinya sedang kacau hanya akan membuatnya semakin sesak.Bahkan pagi ini rasanya Natasha berat untuk pergi bekerja.“Tidak, Pak,” dusta Natasha, “mana berani saya mengabaikan Bapak.”Tangan kanan Bian terangkat, menjepit dagu Natasha memaksanya mendongak. “Kenapa sejak tadi kamu tidak menatap saya?”Natasha mengepalkan tangannya sejenak. “Belak
Última actualización : 2026-09-25 Leer más