LOGINNatasha hanya menginginkan satu hal, keluar dari neraka yang suaminya ciptakan. Sampai Bian Arkananta Wijaya datang menawarkan keselamatan. Pria itu melindunginya, menyelamatkannya, lalu perlahan membuat Natasha bergantung padanya. Namun Natasha segera menyadari satu hal, Bian tidak pernah menolongnya tanpa alasan. “Saya bisa memberimu kebebasan, Natasha.” “Lalu sebagai gantinya?” Bian tersenyum tipis. “Berikan hidupmu kepada saya.” Masalahnya, Bian bukan sekadar atasannya, dia adalah paman suaminya! Pria yang sejak malam pertama memutuskan bahwa Natasha harus menjadi miliknya.
View More“Mas, sudah ada tagihan dari rumah sakit. Kapan Mas Haikal akan membayarnya?”Natasha memberanikan diri bertanya pada Haikal setelah kemarin siang mendapat email tagihan biaya pengobatan ibunya dari pihak rumah sakit.Haikal mendengus. “Kamu masih minta aku membayarnya?”“Itu perjanjian kita dari awal ‘kan, Mas?”“Sekarang tidak lagi!” tegas Haikal seraya menatap Natasha dengan tajam. “Kamu sudah membuat aku gagal dapat investasi dari Pak Chandra. Jadi jangan harap aku masih mau menanggung biaya pengobatan ibumu.”Natasha terhenyak. “Mas! Terus gimana dengan ibuku?”“Bukan urusanku.”Bibir Natasha terbuka hendak bersuara kembali, tetapi Haikal sudah pergi dari hadapannya dan sempat membanting pintu.Natasha seketika terdiam. Mengingat jatuh tempo tagihan itu yang tinggal beberapa hari lagi membuatnya sesak.Jika tidak segera dilunasi, pihak rumah sakit akan menghentikan beberapa fasilitas perawatan yang selama ini diterima ibunya.Tapi dari mana Natasha bisa mendapat uang sebanyak itu
Natasha menahan napas. Wajahnya mendadak pucat seolah kehilangan warna.Bisa-bisanya Bian membahas soal malam terkutuk itu di saat mereka sedang berada di rumah keluarga suaminya?“M-Maaf, saya nggak mengerti maksud Pak–eh Om… Bian,” elak Natasha, pura-pura tidak paham dengan apa yang pria itu bicarakan.Satu sudut bibir Bian terangkat samar. Dia menegakkan tubuhnya kembali lalu bersedekap dada.“Jadi, kenapa tadi pagi meninggalkan saya?”Deg!Jantung Natasha terasa seperti ditarik ke bawah perut ketika lagi-lagi Bian membahas soal kejadian itu.“Sebenarnya apa yang Om bicarakan?” Natasha tertawa hambar untuk menyembunyikan perasaan gugupnya. “Saya sama sekali nggak mengerti.”“Saya cukup kecewa,” lanjut pria itu dengan suara rendah. “Bayangkan saja, saat bangun tidur, wanita yang semalaman bercinta dengan saya ternyata sudah menghilang.”Natasha menggigit bibir bawahnya kuat-kuat seraya mencengkeram piring. Matanya terpejam sejenak.“Saya menyuruh sekretaris saya untuk mencari wanita
Prang!Salah satu cangkir di atas nampan yang bergetar itu terjatuh ke lantai.Natasha terkesiap. Semua pasang mata di ruangan itu sontak menoleh ke arahnya.“Maaf.” Natasha buru-buru berjongkok dan menaruh nampan di lantai, lalu meraih satu persatu serpihan beling dengan tangan gemetar.Rupanya benar, dia salah masuk kamar tadi malam.Pria yang menghabiskan malam dengannya bukan Pak Candra.Melainkan… paman suaminya sendiri!Dada Natasha terasa bergemuruh dan sesak. Dia menunduk semakin dalam berusaha menghindari tatapan Bian.Di antara semua tatapan mata di ruangan itu, Natasha merasakan tatapan Bian seperti sedang mengulitinya.“Ya Tuhan, Non.” Bik Yati mendekat. “Biar saya yang bersihin, Non. Nanti tangan Non Nata berdarah.”“Nggak usah dibantu, Yati,” ucap Kartika–ibu mertua Natasha, dengan suara dingin. “Biarin aja dia bertanggung jawab atas kecerobohannya sendiri.”Bik Yati tampak serba salah. Tetapi Natasha langsung mengangguk menenangkan.“Nggak apa-apa, Bik. Tolong pinjam la
“Ikut aku!”Haikal mencekal pergelangan tangan Natasha yang baru saja tiba di rumah. Lalu membawanya masuk ke kamar mereka.“Kamu mau buat perusahaan aku bangkrut, Natasha?!” cecar pria itu dengan tatapan penuh amarah.Kening Natasha berkerut. “Apa maksud kamu, Mas?”“Kenapa kamu nggak datang ke kamar Pak Candra?!” bentak Haikal.“Apa? Aku–”“Padahal aku nggak bercanda waktu aku bilang akan menghentikan biaya pengobatan ibumu!” Haikal menatap Natasha tajam.Natasha menggeleng cepat. “Nggak, Mas. Aku mohon jangan. Tadi malam aku–”“Apa?!” sela Haikal cepat, tanpa memberi kesempatan pada Natasha untuk bicara.“Mau cari alasan apa? Kamu nggak dengar perintahku? Padahal apa susahnya temani dia satu malam! Tapi kamu malah pergi dan menghancurkan rencanaku!”Haikal menonjol dinding di samping kepala Natasha, membuat Natasha berjengit dengan mata terpejam sejenak.Natasha terdiam dengan linglung.Jelas-jelas tadi malam dirinya masuk ke kamar investor itu, bahkan Natasha harus menanggung rasa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.