Enam jam setelah brankas itu terbuka kosong, seluruh gedung rasanya sudah berubah jadi tempat lain. Dulu suasananya sibuk, penuh orang yang sapa‑sapa, tawa kecil, bunyi ketikan komputer. Sekarang? Semuanya jalan pelan, bicara berbisik, tiap kali lewat di dekat Laras — pandangan mereka langsung berubah. Campuran takut, curiga, dan kasihan yang nggak bisa disembunyikan. Kayak dia udah bawa penyakit berbahaya, atau lebih buruk… kayak dia orang yang bersalah.Laras tahu urutannya pasti begini. Dia yang terakhir pegang berkas. Dia yang masuk ke ruangan itu sendirian. Nggak ada orang lain yang lihat apa yang terjadi. Jadi saat semuanya hilang, dia nomor satu di daftar tersangka. Bahkan nomor satu, dua, dan tiga sekaligus.Pintu ruangan rapat terbuka. Di dalam udaranya berat banget. Di meja panjang sudah duduk lima orang — semua wajah serius, nggak senyum sedikit pun. Di ujung meja duduk Bapak Haris Wijaya, orang yang paling Laras percaya selama ini. Dia yang kasih tugas ini, yang bilang “in
Última atualização : 2026-07-24 Ler mais