Ibu, seandainya Ibu menatapnya tiga detik lebih lama, lalu memperbesar tampilannya sedikit lagi.Ibu pasti akan tahu ....Bahwa dadaku tak lagi bergerak naik turun.Padahal tinggal sedikit lagi ....Ibu akan tahu bahwa aku telah mati.Ujian terakhir pun usai.Kakak menjadi orang pertama yang berlari keluar dari ruang ujian."Ayah, Ibu, ujiannya berjalan sangat lancar. Sekarang nggak akan terjadi apa-apa lagi. Ayo kita cepat pulang dan sampaikan kabar baik ini ke Saras!"Ayah mengangguk. Saat menyalakan mobil, matanya memerah."Baguslah, semuanya sudah selesai. Kita pulang sekarang. Saras sudah sendirian di rumah selama dua hari, harusnya dia sudah berpikir jernih.""Nanti kita jemput dia, terus sekeluarga pergi ke kuil buat berdoa bersama!"Ibu duduk di kursi penumpang, air mata mengalir di pipinya."Selama ini, Ibu memang terlalu keras terhadap Saras. Asalkan dia mau berubah, mulai sekarang, apa pun yang Anna miliki, Saras juga akan mendapatkannya."Aku melayang di kehampaan.Aku ters
Read more