Tubuh pria itu roboh tanpa ada seorang pun yang sempat bereaksi. Bahkan Tristan ikut membeku dan menoleh ke belakang, "Bukan aku, Pak!" seru pria berambut cepak sambil mengangkat kedua tangannya. Tristan mengamati keadaan sekitar, dan menangkap sebuah titik laser merah tiba-tiba melintas di dinding gudang. "Sniper!" DOR! DOR! Dua peluru berikutnya menghantam dinding gudang, beberapa orang menyerbu ke arah mereka. Dor! Dor! Suara pistol saling bersahutan, mereka saling menyerang. "Berlindung!" teriak Tristan. Tristan menarik Freya yang terduduk dan segera berlari menuju gudang. Mereka bersembunyi di balik peti kayu dan kontainer. Semua orang bersiaga, dengan pistol di tangan mereka. Tristan menutup mulut Freya agar tidak bersuara, keringat dingin telah mengalir di pelipisnya. Suara derap langkah kaki mendekati gudang. Terdengar suara seseorang berbicara di radio, "Mereka bersembunyi. Gadis itu tidak ada." Mata Freya melotot, lalu Tristan mengeluarkan ponsel,
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-22 Mehr lesen