"Luna tidak boleh tahu soal ini, Alan," kata Maya lagi. Ia berdiri, melangkah mendekati Alan dan menyentuh lengan pria itu pelan."Tapi kamu tahu resikonya? Dia sedang frustasi menjawab semua teka-teki ini. Dia pasti tidak akan tinggal diam begitu saja. Dia pasti akan mencari cara bagaimanapun untuk mengorek masa lalu. Jika rahasia ini terbongkar, rumah sakit bakal hancur, dan kamu... kamu bakal kehilangan izin praktilmu."Alan menatap tangan Maya di lengannya, lalu menatap mata wanita itu."Apa mau kamu sebenarnya, Maya?""Tinggalkan dia," jawab Maya tanpa ragu."Ceraikan Luna. Biarkan dia masuk fasilitas rehabilitasi jiwa. Itu tempat yang paling cocok untuknya."***Keesokan harinya.Alan duduk di sisi Luna yang hanya memainkan roti tawar di piringnya."Aku mau ke pemakaman Ayah hari ini," kata Luna tiba-tiba. Suaranya datar, tanpa emosi.Alan menoleh kaget."Hari ini? Tapi kamu baru saja sembuh, Luna. Kita ganti besok saja. Hari ini ramalan cuacanya akan turun hujan.""Aku tidak mi
Última actualización : 2026-09-29 Leer más