"Jika aku melepaskan jas ini, maka aku akan kehilangan kendali atas diriku... Kuharap, kau tidak menyesalinya, Stell."Bibir dingin itu menyesap leher Stella dengan kuat, menyergap di saat Stella bahkan belum sempat bernapas sepenuhnya setelah bisikan Luke menghilang.Stella menggeleng kuat-kuat. Usapan dan gigitan itu menghentakkan rasa tak nyaman yang menusuk di dadanya. Ia mengangkat tangannya dan memukul lengan Luke dengan keras."Lepaskan!" ia berteriak keras. "Lepaskan aku.""Menangislah, Stella. Aku akan jauh lebih menyukainya," bisik Luke dingin tanpa niat menghentikan aksinya.Dengan satu tarikan bertenaga, tangan Luke menarik tubuh Stella hingga terhempas jatuh ke atas sofa empuk di ruangan itu. Sebelum Stella sempat bangkit, tubuh tegap Luke sudah mengungkungnya dari atas. Pria itu mendaratkan kecupan menuntut di bibirnya, meraupnya dalam-dalam lalu bergeser perlahan menuju telinga Stella, berbisik dengan nada lembut namun mencengkeram."Serahkan dirimu padaku, Stell.
Last Updated : 2026-08-30 Read more