"Baik."Ekspresi Kalyani tetap datar seperti sebelumnya. Saking datarnya, amarah Endang yang baru saja susah payah ditekan pun kembali meluap."Kalau begitu, undang saja Bi Yetri." Endang berkata sambil menahan amarahnya.Yetri adalah pengajar tata krama paling ketat di seluruh ibu kota. Dahulu dia pernah menjadi kepala Balai Tata Krama di istana.Konon, tidak peduli seberapa nakalnya seorang gadis, begitu dididiknya, gadis itu pasti akan berubah menjadi gadis yang patuh, bijaksana, lembut, dan anggun.Karena itu, banyak putri keluarga bangsawan di ibu kota langsung berubah pucat hanya dengan mendengar nama "Bi Yetri".Endang juga berharap Kalyani akan menunjukkan reaksi yang sama. Namun, Kalyani tetap memasang ekspresi datar seperti biasa, bahkan membungkukkan badan sambil berkata, "Terima kasih, Nenek."Ucapan terima kasih itu benar-benar tulus. Dia sama sekali tidak takut kepada pengajar tata krama, juga tidak pernah gentar mempelajari tata krama.Pertama, dia memang mempelajarinya
Magbasa pa