تسجيل الدخولDi kehidupan sebelumnya, Kalyani sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, tetapi tetap tidak pernah mendapatkan pengakuan dari orang tua maupun para kakaknya. Dia bahkan dijebak oleh adik kandung dan pria berengsek yang dicintainya hingga tewas mengenaskan. Dia pun mengakhiri hidupnya dengan tragis. Setelah terlahir kembali, dia bertekad tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Keluarga sekejam itu ... sebaiknya memang tidak usah dipertahankan. Namun, setelah dia pergi, para kakaknya malah menyesal. Mereka satu per satu mengejarnya, berharap bisa mendapatkan kembali maaf dan kasih sayangnya. Kalyani hanya berkata dengan sinis, "Aku sudah nggak punya beban dan bisa hidup sesuka hati. Bukankah itu jauh lebih baik?" Awalnya, Kalyani mengira dia akan sebatang kara di kehidupan ini. Tak disangka, seorang pangeran berhati licik malah terus mengejar, mencurahkan seluruh cinta serta kasih sayang hanya untuknya seorang.
عرض المزيدYuyun berdiri di depan Kalyani dengan dagu terangkat tinggi. Nadanya terdengar angkuh. "Bukankah kemarin Nyonya sudah mengatakan agar hari ini bangun lebih pagi?""Memangnya sekarang aku masih tidur?" balas Kalyani."Tapi saat hamba datang tadi, Nona masih tidur," kata Yuyun, tetap tidak mau mengalah."Terus?" Kalyani mengangkat wajah, melirik Yuyun sekilas, lalu bertanya.Yuyun langsung terdiam. Sebenarnya, dia ingin menunjukkan wibawa di hadapan Kalyani dan membuat Kalyani meminta maaf kepadanya di depan semua orang. Bukankah dulu juga pernah begitu?Seorang Nona Besar dari kediaman Adipati Sargana meminta maaf kepada seorang pelayan sepertinya. Rasanya benar-benar memuaskan."Kenapa diam?" tanya Kalyani."Waktunya sudah hampir tiba. Hamba akan mulai membantu Nona mencuci wajah dan merias diri," ujar Yuyun sambil menarik napas dalam-dalam.Karena tadi sudah menahan kesal, setelah itu mulut Yuyun terus berceloteh tanpa henti."Warna kulit Nona kusam. Harus dipakai lebih banyak bedak s
"Kalau disuruh pergi, ya pergi saja. Kenapa ribut sekali?" Pertiwi mendengus sambil mengernyit."Aku belum pernah masuk ke istana. Ibu nggak khawatir besok aku melakukan kesalahan dan mempermalukan kediaman Adipati Sargana?" tanya Kalyani dengan sungguh-sungguh.Wajah Pertiwi langsung menjadi muram. "Aku akan menyuruh Yuyun mendampingimu sepanjang waktu. Besok kamu bicara sesedikit mungkin dan jangan bertindak sembarangan.""Kalau begitu, bukankah lebih baik aku nggak pergi? Kebetulan aku belum selesai menyalin aturan keluarga," kata Kalyani.Kalau ada sesuatu yang tidak biasa, pasti ada alasannya. Dia harus mencari tahu dengan jelas."Ada titah dari Yang Mulia. Semua pejabat yang masuk ke istana untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ibu Suri wajib membawa seluruh anggota keluarganya." Pertiwi menjelaskan dengan nada dingin.Kalau bukan karena titah itu, dia tidak akan mengizinkan Kalyani menghadiri jamuan istana. Itu hanya akan semakin mempermalukan keluarga.Kalyani mengangguk
"Yang ... yang memukul hamba adalah Sumi, pelayan Nona Kalasri." Mawar mengatupkan bibir. Nada bicaranya dipenuhi rasa sedih. "Dia sengaja mencari masalah dengan hamba."Saat mereka berpapasan di jalan, Sumi sengaja menabraknya, tetapi malah menuduhnya lebih dulu.Mawar hanya membela diri dengan mengucapkan dua kalimat berdasarkan alasan yang masuk akal, tetapi Sumi langsung menamparnya. Sambil menampar, Sumi juga terus memakinya. Banyak orang yang berlalu-lalang menyaksikan semuanya."Kalau nanti bertemu lagi dengannya, untuk sementara mengalah saja dan menghindar." Setelah berkata begitu, Kalyani langsung masuk ke kamar.Sekarang dia bahkan belum mampu melindungi diri sendiri dengan baik. Namun, karena Mawar kini sudah mengikutinya, cepat atau lambat dia pasti akan membalaskan dendam ini."Baik." Mawar menunduk dan menjawab pelan.Tak lama kemudian, kabar bahwa Kalyani dihukum mengurung diri dan diperintahkan menyalin aturan keluarga segera menyebar ke seluruh kediaman adipati.Adika
"Baik."Ekspresi Kalyani tetap datar seperti sebelumnya. Saking datarnya, amarah Endang yang baru saja susah payah ditekan pun kembali meluap."Kalau begitu, undang saja Bi Yetri." Endang berkata sambil menahan amarahnya.Yetri adalah pengajar tata krama paling ketat di seluruh ibu kota. Dahulu dia pernah menjadi kepala Balai Tata Krama di istana.Konon, tidak peduli seberapa nakalnya seorang gadis, begitu dididiknya, gadis itu pasti akan berubah menjadi gadis yang patuh, bijaksana, lembut, dan anggun.Karena itu, banyak putri keluarga bangsawan di ibu kota langsung berubah pucat hanya dengan mendengar nama "Bi Yetri".Endang juga berharap Kalyani akan menunjukkan reaksi yang sama. Namun, Kalyani tetap memasang ekspresi datar seperti biasa, bahkan membungkukkan badan sambil berkata, "Terima kasih, Nenek."Ucapan terima kasih itu benar-benar tulus. Dia sama sekali tidak takut kepada pengajar tata krama, juga tidak pernah gentar mempelajari tata krama.Pertama, dia memang mempelajarinya


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.