Nama Duke Victor von Valois bagaikan bongkahan es yang menghantam keheningan ruang kerja. Rahasia besar yang ditinggalkan almarhumah ibuku bukan sekadar skandal keluarga biasa, melainkan pusaran konflik tingkat tinggi antara dua dinasti besar Asia dan Eropa."Duke Victor..." gumamku pelan, meneliti kembali foto tua berlatar Vila Rose di Paris itu. "Kalau pria ini adalah musuh bebuyutan Kakek Alexander, kenapa foto ibuku bersamanya disimpan begitu rapat?"Adrian berdiri tegak, merapikan lengan kemejanya. Raut wajah tampannya berubah sangat serius."Aku akan menyuruh Rendy memeriksa seluruh jalur penerbangan dan melacak siapa yang mengantarkan amplop hitam ini ke kantormu," kata Adrian tegas. Matanya memancarkan rasa protektif yang teramat kuat. "Clara, ini bisa saja jebakan baru dari sisa-sisa pengikut Klub Delapan untuk memancingmu keluar dari Indonesia.""Jebakan atau bukan," kataku sambil berdiri, mengemas foto dan dokumen tua itu kembali ke dalam amplop hitam, "ak
Última actualización : 2026-08-15 Leer más