Talia bergerak sangat cepat.Setelah memperbaiki beberapa kesalahan mendasar dalam surat perjanjian cerai yang sebelumnya diberikan Elian, dia langsung membawa dokumen yang sudah diperbaiki itu kepadaku.Tanpa ragu sedikit pun, aku langsung menandatanganinya.Setelah itu, aku segera naik taksi menuju perusahaan Elian. Aku sudah tidak ingin mempertahankan pernikahan yang menjijikkan dan kacau ini lagi.Ketika satpam di pintu masuk melihatku, ekspresinya sedikit berubah. Kemudian, dia berkata kepadaku dengan nada serba salah, "Nyonya, bukannya saya sengaja mempersulit Anda. Pak Elian sudah berpesan beberapa hari ini, kalau Anda datang mencarinya, Anda nggak boleh diizinkan masuk."Aku berdiri terpaku di depan pintu.Setelah tersadar, aku malah tertawa.Suamiku membangun perusahaan dengan uang investasiku. Namun setelah dia sukses, orang pertama yang dia singkirkan malah aku.Aku menahan kepahitan dan amarah dalam hati, lalu berkata dengan tenang, "Kalau begitu, kasih tahu dia. Aku bukan
Baca selengkapnya