Short
Suamiku Memilih Muridnya, Aku Memilih Pergi

Suamiku Memilih Muridnya, Aku Memilih Pergi

Por:  AnonimaCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Capítulos
1.1Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Pada hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-8, mahasiswi miskin yang dibiayai suamiku mengirimiku pesan provokatif. Dalam foto yang dia kirim, dia mengenakan cincin pernikahanku sambil memegang hasil pemeriksaan kehamilan. [ Kak Selina, aku dan Kak Elian benar-benar saling mencintai. Relakan saja dia untukku. ] [ Kamu ini wanita mandul. Kamu nggak pantas untuknya. ] Aku tidak menanggapinya. Aku langsung mengirim tangkapan layar percakapan itu kepada suamiku. Tak lama kemudian, Elian menelepon dan langsung memarahiku habis-habisan, "Yara cuma bercanda. Kenapa kamu berpikiran sempit sekali? Bisa berhenti cari masalah, nggak? Kenapa kamu menjijikkan sekali!" Dari ujung telepon, terdengar pula suara isak tangis mahasiswi itu. Aku tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung menutup telepon. Sebelum memblokirnya, aku hanya meninggalkan satu kalimat. [ Kita cerai saja, supaya aku nggak buat kamu jijik lagi. ]

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Setelah muntah-muntah selama dua jam di kamar mandi, aku menatap dua garis pada alat tes kehamilan. Akhirnya, aku menerima sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan.

Aku, yang baru saja dihina mandul, ternyata akhirnya hamil.

"Hehe."

Aku tertawa sinis. Namun, air mata yang terasa asin malah mengalir hingga ke sudut bibirku.

"Anakku, kenapa kamu harus hadir saat ayahmu sudah mencintai wanita lain?"

Aku terduduk lemas di lantai dengan perasaan putus asa.

Saat akhirnya keluar dari kamar mandi, aku mendapati Elian sudah duduk di sofa dan rupanya telah menungguku cukup lama. Wajahnya muram. Bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, dia langsung menyodorkan riwayat percakapan itu ke hadapanku.

"Selina, kamu sudah sebesar ini, memangnya menyenangkan menindas gadis kecil? Kamu tahu nggak betapa menjijikkannya sikapmu yang suka menindas orang karena merasa punya kuasa? Cepat minta maaf sama dia!"

Keringat dingin masih membasahi dahiku, tetapi suami yang telah hidup bersamaku selama delapan tahun sama sekali tidak menyadarinya. Pikiran dan perhatiannya hanya tertuju pada bagaimana membela kekasih kecilnya dan menuntut keadilan untuknya.

Aku melirik riwayat percakapan itu.

Benar saja, semua pesan provokatif yang dikirim Yara kepadaku telah dihapus tanpa sisa. Yang tersisa hanyalah pesan-pesan Yara yang tampak begitu menyedihkan, seolah dia sedang memohon dengan rendah hati.

"Elian, aku sudah bersamamu selama delapan tahun. Seharusnya kamu tahu orang seperti apa aku ini. Kalau bukan dia yang lebih dulu memprovokasiku, menurutmu aku akan mengatakan hal seperti itu sama dia?"

"Sebenarnya kamu pura-pura nggak tahu, atau memang benar-benar nggak tahu?"

Mendengar perkataanku, ekspresi Elian sedikit berubah.

Mungkin baru saat itulah dia menyadari betapa lemahnya kondisiku. Dengan nada agak tidak berdaya, dia berkata kepadaku, "Yara cuma mengerjaimu sedikit. Memangnya perlu kamu anggap serius begitu? Lihat dirimu, setiap hari selalu curigaan, persis seperti wanita gila. Kapan kamu bisa belajar dari Yara, jadi sedikit lebih lembut dan baik hati? Kenapa harus selalu bersikap seagresif itu ...."

Aku menatap pria yang pernah kucintai selama belasan tahun itu.

Pada saat ini, tiba-tiba aku merasa dia begitu asing.

"Jadi, dia sengaja berusaha menghancurkan keluargaku, bahkan sudah melemparkan hasil pemeriksaan kehamilannya ke hadapanku, tapi kamu masih menyuruhku terus mengalah dan? Bahkan kamu ingin aku minta maaf sama orang yang menjadi sumber masalah ini?!"

Aku sampai tertawa karena marah. Namun, rasa sakit di perutku membuat hatiku terasa luar biasa pilu. Tanpa sadar, aku mengusap perutku.

Elian sedang kesal karena tidak mampu membalas perkataanku. Melihat gerakanku, dia langsung memanfaatkannya untuk mengejekku.

"Menurutku Yara nggak salah. Kamu bukan cuma suka cari masalah, tapi juga mandul. Aku sudah menikah sama kamu selama bertahun-tahun, memangnya apa gunanya?!"

Meskipun aku sudah memutuskan untuk menggugurkan anak ini, ketika benar-benar mendengar kata-kata sekejam itu keluar dari mulut suamiku sendiri, jantungku tetap bergetar hebat.

Aku mati-matian menahan air mata agar tidak jatuh, lalu mempertahankan harga diriku yang terakhir dengan mengucapkan setiap kata dengan jelas, "Kalau aku memang sudah nggak berguna di matamu, kita cerai saja."

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
10 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status