Matahari telah terbenam sempurna, setelah hari yang terasa panjang. Eliana kembali ke restoran tempat ia bekerja shift malam. Begitu ia sampai, suasana restoran yang biasanya ramai pelanggan, kini terasa sangat sepi. Flori dan Pak Ben yang baru muncul dari belakang, segera menghampiri Eliana yang sudah berdiri di meja kasir. "Tumben sepi sekali, Pak?" tanya Eliana menatap Pak Ben. "Heem, malam ini restoran akan disewa lagi oleh anak muda yang kemarin," jawab Pak Ben. "Dia meminta agar kau juga yang menjadi pelayannya, Eli." Eliana mengerjapkan sepasang matanya, terheran-heran. Namun, ia hanya mengangguk dan tidak mengatakan apapun. Flori merangkul pundak Eliana sambil meliriknya. "Aku rasa, pemuda itu tertarik pada Kakak," ujarnya dengan penuh rasa curiga. Eliana memasang apron hitam miliknya. "Aku bukan anak muda lagi, Flori. Aku terlalu tua untuk anak itu," katanya. "Emm, tapi kan hati seseorang tidak ada yang tahu, Kak. Cinta juga tidak pandang usia, jadi—" Klang! B
Last Updated : 2026-08-13 Read more