Gevano hendak meraih tanganku, tetapi aku mundur dua langkah dengan tenang.“Gevano, kalau nggak salah, sekarang kamu sudah menikah dengan Kalila, kan? Selamat atas pernikahan kalian.”Sejak aku pergi saat itu, aku sudah jarang memperhatikan kabar tentang Gevano. Tapi pernikahan Gevano dan Kalila waktu itu cukup menghebohkan, jadi sulit bagiku untuk tidak mengetahuinya.Gevano buru-buru menjelaskan, “Aku sebenarnya nggak mau menikah dengannya. Dia yang memaksaku.”Mengingat semua yang telah terjadi, aku hanya mencibir. “Gevano, kurasa kamu sendiri juga menikmatinya.”“Kamu selalu tahu Kalila menyukaimu, tapi setiap kali tetap saja kamu pergi mencarinya.”“Kamu pasti senang, kan? Ada aku yang selalu menunggumu di rumah, sementara Kalila bisa menemanimu bersenang-senang dan melakukan apa saja bersamamu.”Gevano tertegun sesaat.Dia kemudian berkata, “Bukan begitu. Kalau sejak awal aku tahu Kalila punya perasaan seperti itu, aku nggak mungkin membiarkannya mendekatiku.”Aku hanya mengangk
Read more