Short
Tunangan Bermain Kabur dari Pernikahan Bersama Teman Kecilnya

Tunangan Bermain Kabur dari Pernikahan Bersama Teman Kecilnya

By:  LoraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
2.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Teman masa kecil Gevano ingin bermain permainan kabur dari pernikahan. Saat upacara pernikahan baru berlangsung setengah jalan, Gevano menoleh kepadaku dan berkata, “Aku mau menemani Kalila main permainan kabur dari pernikahan. Lima menit lagi aku kembali. Kamu juga tahu dia memang suka iseng, jadi jangan terlalu dipikirkan.” Tanpa menghiraukan laranganku, Gevano langsung menggandeng tangan teman masa kecilnya dan pergi bersamanya. Para tamu memandangku dengan tatapan penuh iba. Aku menggigit bibir, menahan air mata agar tak jatuh, berusaha mempertahankan martabat terakhirku. Setengah jam berlalu, Gevano masih belum kembali. Melihat para tamu mulai hendak pergi, pengiring pengantin pria menelepon Gevano. “Kak Gevano, kapan kamu kembali? Kakak ipar masih menunggumu.” Gevano menjawab santai, seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan, “Aku dan Kalila tiba-tiba memutuskan pergi ke pantai. Sepertinya kami belum bisa pulang dalam waktu dekat. Biarkan saja Thessa menunggu. Toh, dulu demi menikah denganku, dia sampai memutuskan hubungan dengan kedua orang tuanya. Dia nggak bisa hidup tanpaku, jadi menunggu sedikit lebih lama memangnya kenapa? Kalian awasi saja dia, jangan sampai dia buat keributan.” Tanganku yang sejak tadi terkepal erat seketika melemas saat mendengar nada bicara Gevano yang begitu acuh tak acuh. Tatapanku beralih kepada pria yang semula dijodohkan denganku, yang saat itu berada di bawah panggung. Aku tidak membuat keributan sedikit pun. Setelah menyelesaikan upacara pernikahan dengan pria itu, aku segera mengurus surat nikah.

View More

Chapter 1

Bab 1

“Kak Thessa, aku cuma mau merasakan gimana rasanya kabur dari pernikahan. Aku juga nggak benar-benar akan merebut Kak Gevano darimu. Kenapa kamu mempermasalahkan sampai segitunya?”

Kalila Javinka menatapku dengan sorot mata menantang.

Aku menarik lengan Gevano erat-erat.

“Gevano, semua tamu sudah datang. Apa kamu akan membiarkan Kalila terus bertingkah seperti ini?”

Gevano menepis tanganku dan memandang Kalila dengan penuh kasih sayang.

“Kalila nggak mau menikah. Dia cuma mau merasakan seperti apa rasanya kabur dari pernikahan dan melarikan diri bersama seseorang. Aku cuma menemaninya bermain sebentar. Jangan kekanak-kanakan begitu.”

Rasa muak mengganjal di dadaku, membuatnya terasa nyeri samar.

Aku menunjuk ke arah pintu dan membentak Kalila, “Ini pernikahanku! Aku nggak menginginkanmu di sini. Sekarang juga, keluar!”

Kalila tersentak, matanya seketika memerah.

Gevano langsung mengulurkan tangan dan merangkul Kalila ke dalam pelukannya.

“Thessa Adeline, sudah cukup dengan sikap nona besarmu itu. Kalila bahkan sengaja naik pesawat dari luar negeri cuma buat menghadiri pernikahan kita. Dia juga sebentar lagi akan kembali ke luar negeri. Memangnya kenapa kalau aku menemaninya lebih lama?”

Aku menatap lekat-lekat wajah Gevano yang seolah menganggap semua ini wajar, sementara tanganku tanpa sadar mengepal erat.

Menemani Kalila ....

Saat Kalila menstruasi, Gevano bahkan terbang semalaman untuk merawat Kalila, sementara aku yang masih demam ditinggalkannya sendirian di rumah.

Saat Kalila sedang merasa sedih, Gevano rela menghabiskan sepanjang malam melakukan panggilan video dengannya, sementara aku yang sudah lama mengalami insomnia justru diabaikan.

Hanya dengan satu ucapan Kalila, "ingin bermain", Gevano langsung menemaninya berkeliling dunia, meninggalkanku sendirian di rumah menunggunya pulang.

Gevano memberikan begitu banyak waktu untuk menemani Kalila, tetapi bahkan tidak mau menyisakan sedikit pun untukku.

Gevano juga tahu bahwa aku telah diperlakukan tidak adil.

Dia sekadar mengusap kepalaku, seolah hanya untuk menenangkanku.

“Sayang, aku akan segera kembali. Tunggu aku lima menit.”

Setelah berkata demikian, Gevano menarik tangan Kalila dan berlari pergi. Tawa bahagia mereka menggema di seluruh aula pesta. Namun, bagiku, suara itu justru terdengar begitu menyakitkan di telinga.

Melihat sosok Gevano yang semakin menjauh, aku mengertakkan gigi dan berteriak kepadanya, “Gevano, kalau kamu benar-benar pergi, aku nggak akan menikah denganmu lagi!”

Gevano yang hampir sampai di pintu berhenti melangkah dan menoleh kepadaku, seolah teringat sesuatu, dia mencibir pelan.

Lalu dia terus pergi bersama Kalila sambil menggandeng tangannya. Dia meninggalkanku seorang diri di atas panggung.

Gevano mengira aku tidak bisa hidup tanpanya. Bagaimanapun, dulu aku rela meninggalkan posisiku sebagai putri sulung Keluarga Adeline demi bersama Gevano. Aku bahkan sampai memutuskan hubungan dengan kedua orang tuaku.

Dia mengira aku begitu mencintainya sampai-sampai aku pasti akan menunggunya.

Namun, dia tidak tahu ....

Aku dan kedua orang tuaku pernah membuat kesepakatan. Jika lima tahun kemudian Gevano masih belum bisa membuat mereka puas, aku harus meninggalkannya sesuai keinginan kedua orang tuaku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status