Aku tidak akan pernah melupakan air mata Daffa setelah aku mengucapkan kata-kata itu.Ternyata dia juga bisa merasa sedih, merasakan sakit, dan meneteskan air mata.Sayangnya, semuanya sudah terlambat.Aku membuka pintu dan memberi isyarat agar dia pergi.Daffa adalah orang yang sangat angkuh.Dia tidak lagi memaksakan diri untuk tinggal. Dia mengambil mantel di samping dan menyampirkannya ke tubuh, lalu pergi dengan langkah lebar.Namun, ketika sampai di ambang pintu, dia menghentikan langkahnya. "Aku sudah mengingat apa yang terjadi malam itu.""Celine, aku nggak bakal melepaskanmu.""Dan kita bakal punya anak lagi."Setelah meninggalkan tiga kalimat itu, dia pun pergi.Awalnya, kukira dia akan terus menggangguku. Namun, ketika masuk kerja keesokan harinya, aku tidak melihat sosoknya di bawah gedung.Bianca memberitahuku bahwa Daffa sudah kembali ke negaranya. Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi di perusahaannya.Aku langsung merasa lega. Namun, setelah satu masalah terselesaikan, m
Baca selengkapnya