LOGINMenjalani hubungan rahasia dengan atasanku selama tiga tahun, kami telah menghabiskan 999 kondom. Sebelum bersamaku, setiap bulan dia berganti pasangan hingga 20 wanita. Namun, setelah bersamaku, dia hanya berhubungan intim denganku. Dia berjanji akan memberiku kejutan pada hari ulang tahunku. Awalnya, kupikir kejutan itu akan berupa lamaran yang megah. Namun, ketika jam berdentang menandakan pukul 12 tengah malam, dia justru meneleponku dan berkata. "Celine, sekarang belikan kondom dan antar ke lantai 31 Hotel Jenda." "Ingat, yang ekstra tipis." Saat itu, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. Tanpa memberiku waktu untuk bereaksi, dia sudah kehilangan kesabarannya dan mendesak. "Jangan bengong saja, cepat kemari! Aku dan Lili lagi bergairah." Lili Bamanta, sekretaris seksi yang baru direkrut. Wajahku seketika memucat. "Daffa, kamu tidur dengannya? Lalu aku ... aku ini apa bagimu?" Di seberang sana, dia terdiam sejenak, lalu terkekeh pelan. "Kamu? Nggak lebih dari teman tidur buat melampiaskan hasrat seksual." Ternyata, kejutan yang dimaksud bukanlah lamaran, melainkan sebuah kesalahpahaman perasaan yang begitu menyeluruh. Di hari ulang tahunku yang ke-25, gelembung cinta itu akhirnya pecah. Kemudian, sebuah kecelakaan mobil mengubah segalanya. Saat mereka bertemu kembali, dia sudah tidak mungkin lagi mendapatkan kembali "peliharaan" yang dulu menjadi miliknya.
View MoreBegitu telepon tersambung, Daffa terkekeh pelan. "Akhirnya, kamu mau juga menghubungiku, Celine.""Berita yang beredar di internet itu kamu yang menyebarkannya, 'kan?" Nada suaraku sangat dingin."Aku yang melakukannya." Nada bicara Daffa terdengar tanpa rasa bersalah. "Eric berani menyentuh wanitaku, jadi apa salahnya kalau kubuat dia rugi sedikit?" Suaranya berubah dingin. "Celine, kalau kamu menelepon buat membelanya, kuberi tahu, itu cuma bakal memperburuk keadaan. Bagaimanapun, semua ini kulakukan demi kamu.""Demi aku?" Aku seperti mendengar lelucon paling konyol di dunia. "Daffa, kamu bilang mencintaiku dan ingin kembali bersamaku, tapi sekarang kamu malah menyebarkan rumor di internet bahwa aku menjiplak karya orang lain. Kepercayaan diriku dan karier yang susah payah kudapatkan kembali, dengan mudah kamu hancurkan cuma dengan satu perkataan.""Apa? Menyebarkan rumor tentangmu?" Daffa terdengar bingung. Sesaat kemudian, dia langsung menyadari sesuatu. "Maksudmu, karya yang bela
Aku tidak akan pernah melupakan air mata Daffa setelah aku mengucapkan kata-kata itu.Ternyata dia juga bisa merasa sedih, merasakan sakit, dan meneteskan air mata.Sayangnya, semuanya sudah terlambat.Aku membuka pintu dan memberi isyarat agar dia pergi.Daffa adalah orang yang sangat angkuh.Dia tidak lagi memaksakan diri untuk tinggal. Dia mengambil mantel di samping dan menyampirkannya ke tubuh, lalu pergi dengan langkah lebar.Namun, ketika sampai di ambang pintu, dia menghentikan langkahnya. "Aku sudah mengingat apa yang terjadi malam itu.""Celine, aku nggak bakal melepaskanmu.""Dan kita bakal punya anak lagi."Setelah meninggalkan tiga kalimat itu, dia pun pergi.Awalnya, kukira dia akan terus menggangguku. Namun, ketika masuk kerja keesokan harinya, aku tidak melihat sosoknya di bawah gedung.Bianca memberitahuku bahwa Daffa sudah kembali ke negaranya. Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi di perusahaannya.Aku langsung merasa lega. Namun, setelah satu masalah terselesaikan, m
Aku dan Eric berjalan keluar dari perusahaan bersama.Wajah Daffa sudah gelap gulita. Dia melirik arlojinya, lalu mencibir. "Pukul sebelas.""Celine, kamu benar-benar tahan juga. Berpura-pura lembur selama berhari-hari.""Lembur?" Aku terkekeh, lalu menggandeng lengan Eric. "Pak Daffa, kamu salah paham."Melihat tangan kami yang saling bertaut erat, tubuh Daffa langsung menegang. Dia mengernyit. "Apa maksudmu?""Maksudnya, dia nggak lagi lembur, melainkan bermesraan di kantor dengan pacarnya yang juga atasannya," kata Eric.Saat itu, Daffa hampir berteriak karena terkejut. "Apa yang kamu katakan?"Dia langsung menoleh kepadaku. "Celine! Demi menghindariku, kamu benar-benar sanggup mengarang kebohongan apa saja! Tapi aku memang meremehkanmu. Ternyata kamu bahkan bisa membujuk Eric buat membantumu."Dia menarik tanganku dengan paksa dan menyeretku menjauh dari Eric. "Ayo, sekarang juga ikut aku pulang."Namun, pada detik berikutnya, aku langsung menghempaskan tangannya dan kembali ke sis
Aura Daffa masih sekuat dulu, tetapi kini aku tidak lagi merasa takut kepadanya.Aku memasang wajah datar dan berkata dengan tenang, "Ada apa? Pak Daffa mencariku buat urusan apa?"Mendengar nada bicaraku yang begitu berjarak, Daffa mengernyit.Namun, karena Eric masih berdiri di sampingku, dia hanya menarik tanganku dengan paksa. "Kita perlu bicara."Aku langsung berusaha melepaskan diri, tetapi tenaganya terlalu kuat, seolah-olah dia ingin meremukkan tulang pergelangan tanganku.Pada saat itu, Eric mengulurkan tangan dan memaksa tangan Daffa terlepas dariku."Daffa, sudah lama nggak bertemu. Nggak mau menyapa teman lama?"Daffa menatapnya dengan wajah muram dan berkata dengan nada tidak ramah, "Eric, minggir. Ini bukan urusanmu."Suasana seketika menegang, tetapi Eric tetap tidak melepaskan tangannya.Dia terkekeh. "Kamu mencoba membawa bawahanku pergi secara paksa di hadapanku. Bagaimana bisa ini bukan urusanku?"Melihat Daffa yang mengerutkan kening, akhirnya aku tidak tahan lagi d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.