Sudah seminggu berlalu tanpa menemukan keberadaan Cesya, kondisi Rian makin hari makin memburuk, bahkan pekerjaannya sering terbengkalai.Hari ini, karena rasa rindu yang teramat sangat, Rian sendirian pergi ke kelab malam untuk mabuk-mabukan.Dia duduk di meja sofa, di depannya berjejer botol demi botol wiski.Alkohol membakar tenggorokannya, tapi tidak mampu memadamkan rasa sakit yang mencekik di dadanya.Orang-orang yang dikirimnya sudah berganti rombongan demi rombongan, tapi Cesya seolah-olah menguap dari muka bumi, tidak menyisakan jejak sedikit pun.Pria semacam Rian ini selalu berganti-ganti wanita layaknya berganti pakaian. Sebelum bertemu Cesya, dia juga pernah berpacaran dengan banyak orang, tapi entah kenapa sekarang dia menjadi begitu tidak bersemangat.Cesya saat itu masih sangat polos, pernah bilang kalau mau bersamanya seumur hidup, hanya saja Rian tahu kalau dirinya tidak akan menikahinya.Bagaimanapun juga, sejak awal sampai akhir, Cesya hanyalah seekor burung dalam s
더 보기