“Kerja sama?” tanya Dania dengan kening berkerut. “Aku tahu kamu ingin menyembunyikan putramu dari Devano. Kebetulan, aku juga sudah muak dengan tingkahnya yang selalu menjatuhkanku. Kalau kamu mau, aku bisa membantumu,” jawab Kaivan sembari menoleh sekilas ke arah Dania. “Kamu bisa mempertimbangkannya. Aku tidak memaksa kalau kamu tidak setuju,” pungkas pria itu sebelum mempercepat laju mobilnya pada jalanan yang mulai lengang. Dania masih tercenung. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Saat ini pikirannya masih kacau. Wanita itu tak ingin terlalu cepat mengambil keputusan yang hanya akan ia sesali di kemudian hari. Dirinya perlu waktu sebelum memutuskan apa pun. Dania juga tidak bisa serta merta percaya pada Kaivan. Devano saja bisa menipunya dengan begitu mudah, apalagi pria di sampingnya ini. Dania tak ingin jatuh ke lubang yang sama lagi di saat luka menganga di dadanya belum sembuh. Sisa perjalanan itu Dania habiskan dengan lamunan panjang. Ia sampai tidak menyadari jika mobil
Last Updated : 2026-08-22 Read more