Sesampainya di kamar pengantin, telapak kakiku dipenuhi luka-luka kecil.Dengan perasaan mati rasa, aku membilasnya dengan alkohol hingga bersih, lalu tanpa sadar menatap sekeliling.Rumah yang dulu terasa hangat, entah sejak kapan sudah dipenuhi barang-barang milik Anna.[Yuna, ini boneka kelinci pemberian Anna. Taruh di sofa, aku mau melihatnya setiap hari ….][Yuna, ini dasi pemberian Anna. Bagus, kan?][Ini dupa aromaterapi yang Anna suruh taruh di sini. Katanya, supaya ada aroma dirinya ….]Setiap kali aku dibuat kesal, senyum di sudut bibirnya justru semakin lebar, seolah menikmati kecemburuanku.Seakan semakin aku terluka, semakin itu membuktikan bahwa aku mencintainya.Dan jawaban yang selalu diberikannya hanya satu ….[Yuna, aku dan Anna cuma hubungan atasan dan bawahan. Jangan terlalu perhitungan ….]Setelah disiksa hari demi hari seperti itu, aku akhirnya benar-benar tidak lagi merasa cemburu. Bahkan posisi sebagai Nyonya Hawk pun kurelakan.Setelah membalut kakiku, aku mula
Read more