Short
Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan

By:  SisiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
65views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?” Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!” Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar. [Istriku, cepat marah ….] [Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….] [Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….] Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya. Aku hanya menunduk dan melepas cincin di jariku perlahan. “Jika di rumah ini bahkan tidak ada tempat untuk seorang istri, kurasa kalian juga sudah tidak membutuhkanku.” “Kita bercerai saja.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Suara cincin yang diletakkan di atas meja terdengar nyaring.

Wajah Steven segera memucat. Bahkan mertua yang sejak tadi hanya menonton pun langsung panik.

6 tahun.

Selama 6 tahun penuh, aku menjalani kehidupan seperti ini.

Setiap kali Steven menyindirku dengan kata-kata tajam, aku tidak pernah meminta dibujuk. Cukup mendengar suara hatinya, aku akan langsung menghampirinya dan berusaha berdamai.

Lama-kelamaan, mereka semua sudah terbiasa.

Bahkan mereka sering bercanda, “Orang yang keras kepala sepertinya membutuhkan istri yang tidak akan pergi meski dimarahi.”

Jadi ketika aku melepas cincin, Ibu Mertua buru-buru menghampiriku.

“Yuna ... kamu kenapa? Apa suasana hatimu hari ini sedang buruk? Biasanya kamu tidak pernah mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ini.”

Ayah Mertua juga memasang wajah serius, “Ini acara makan bersama keluarga. Sekalipun sedang marah, kamu tidak boleh sembarangan menjadikan perceraian sebagai bahan candaan. Cepat pakai kembali cincinnya.”

Aku terkekeh, “Kalian juga tahu ini acara kumpul keluarga. Lalu sejak kapan Asisten Anna menjadi bagian dari keluarga ini?”

Ayah dan Ibu Mertua langsung terdiam. Steven tiba-tiba berdiri dan mengertakkan gigi.

“Yuna, sudah cukup? Kamu mau cerai? Baik! Kalau begitu pergi sekarang juga! Keluarga ini tidak menyambut anjing tidak tahu berterima kasih sepertimu!”

Seperti biasa, di balik kata-katanya yang tajam, terdengar suara hati Steven.

[Istriku, kenapa mau bercerai? Kamu sudah tidak menginginkanku? Bukankah kamu pernah bilang akan mencintaiku seumur hidup?]

[Ini cuma lelucon April Mop, kan? Asalkan aku marah, kamu pasti akan langsung menghampiriku dan memelukku ….]

Perasaan yang bertolak belakang seperti ini telah kuhadapi selama 10 tahun.

Saat pertama kali mengenal Steven, dia mengalami autisme berat dan gangguan dalam mengekspresikan emosinya.

Dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dan terbiasa menggunakan kata-kata paling tajam untuk menyerang orang-orang di sekitarnya.

Dan aku cukup beruntung menjadi salah satu orang yang bisa mendengar suara hatinya.

Setiap kali menyuruhku pergi, suara hatinya selalu memohon dengan begitu menyedihkan:

[Jangan pergi. Aku membutuhkanmu ….]

Karena merasa kasihan padanya, perlahan aku pun mulai menjalin hubungan dengannya.

4 tahun saling mengenal, 6 tahun menikah.

Karena kehadiranku, dia perlahan membuka hatinya yang selama ini tertutup. Bahkan tanpa obat pun, dia sudah bisa menjalani hidup seperti orang normal.

Namun selama 6 tahun pernikahan, dia justru bersikap lembut kepada orang lain. Dia hanya bersikap dingin dan selalu melontarkan kata-kata menyakitkan padaku.

Bukan berarti aku tidak pernah merasa terluka.

Tetapi Ibu Mertua selalu berkata, “Yuna, hati Steven memang sedang sakit. Dia bukan orang normal. Kamu harus mengalah. Lagipula, dia cuma pandai berkata sebaliknya. Sebenarnya, di dalam hatinya yang dia pikirkan hanya kamu!”

Karena bisa mendengar suara hati Steven, aku pun memercayainya.

Sampai akhirnya Asisten Anna muncul.

Pria yang selama ini tidak pernah mengerti romantisme bahkan menyewa seluruh taman hiburan untuk merayakan ulang tahun Anna.

Perhiasan yang sudah kuinginkan selama setengah tahun … dia segera membelinya lalu memakaikannya pada Anna.

Bahkan dalam acara kumpul keluarga, dia juga membawa Anna bersamanya.

Suara hatinya terus-menerus mengatakan bahwa dia mencintaiku, berharap aku cemburu agar rasa tidak amannya mereda.

Namun ketika tempat yang seharusnya menjadi milikku didorong begitu saja hingga tersingkir ke sudut paling jauh ....

Aku tiba-tiba tersadar. Ternyata selama ini, akulah yang terus membohongi diriku sendiri.

Di mana kelembutan diberikan, di sanalah cinta berada.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status