LOGINSetiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku. Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?” Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!” Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar. [Istriku, cepat marah ….] [Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….] [Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….] Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya. Aku hanya menunduk dan melepas cincin di jariku perlahan. “Jika di rumah ini bahkan tidak ada tempat untuk seorang istri, kurasa kalian juga sudah tidak membutuhkanku.” “Kita bercerai saja.”
View MoreItu adalah anak pertama kami.Tepat kemarin … saat aku memohon-mohon kepadanya ….Anak itu sudah tiada.Seandainya saat itu Steven mau memercayaiku, mau membawaku keluar dari gudang dan mengantarkanku ke rumah sakit, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan anak itu.Steven menggenggam erat hasil pemeriksaan kehamilan itu, lalu menangis tidak terkendali.“Yuna ... Yuna ....”Anak yang selama ini begitu dia nantikan ….Anak yang paling dia cintai ….Pada akhirnya, justru karena dirinya sendiri, anak itu pergi dengan penuh keputusasaan.Di balik lembar hasil pemeriksaan itu, ada tulisan yang kutinggalkan.[Biarkan aku pergi ….]Itulah permintaanku.Satu-satunya permintaan yang pernah kuajukan selama 10 tahun panjang hidup kami.Tidak lama kemudian, di kota lain, aku menerima surat perceraian yang sudah ditandatangani.Di dalamnya terselip secarik kertas yang mencantumkan waktu dan tempat.[Tanggal 1 siang di bulan depan, bercerai di Kantor Catatan Sipil ….]Tulisan pada bagian terakhir t
“Ini tidak mungkin ....” Pupil mata Steven bergetar, wajahnya dipenuhi keterkejutan, “Mana mungkin Yuna mau dipindahkan ke cabang? Sejak dulu dia sudah berjanji padaku bahwa dia akan selalu menemaniku. Bagaimana mungkin dia menyetujui penugasan ke luar kota?”“Yuna yang menyuruhmu berbohong kepadaku, kan? Suruh dia datang dan jelaskan semuanya kepadaku. Kalau tidak, aku tidak akan memaafkannya!”Resepsionis itu menatapnya seperti sedang melihat orang gila.“Pantas saja Nona Yuna tidak memberitahumu. Sebagai suami, bukannya mendukung kariernya, kamu malah bilang jika dia tidak menjelaskan semuanya kepadamu, kamu tidak akan memaafkannya. Memangnya dia melakukan kesalahan apa sampai harus meminta maaf kepadamu?”Kata-kata terus terang itu terasa seperti tamparan keras yang mendarat di wajah Steven.Memalukan ….Panas ….Dan untuk pertama kalinya, dia mulai takut bahwa perkataan resepsionis itu mungkin benar.Tiba-tiba dia teringat bagaimana Yuna terlihat gelisah sebelum acara makan kelua
Steven menyaksikan taksi yang membawaku pergi hingga menghilang di ujung jalan.Tangannya mengepal erat. Berbagai emosi yang tidak terkendali memenuhi dadanya, tetapi dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa untuk meredakannya.Bagaimanapun, selama ini aku selalu mencintainya tanpa syarat.Sekalipun dia menyakitiku dengan kata-kata kasar, aku tetap akan mengejarnya dan menempel di sisinya. Bahkan ketika dia mengusirku, aku tidak pernah benar-benar pergi.Tidak ada yang pernah mengajarinya bagaimana cara meminta maaf dan mendapatkan kembali pengampunan seseorang.Satu-satunya hal yang terpikir olehnya adalah gelang giok yang telah pecah.Jika gelang itu diperbaiki, mungkin aku akan senang lagi? Pasti karena gelang itu aku marah dan tidak mau berbicara dengannya.Setelah memikirkan hal itu, Steven langsung memutar mobil dan kembali ke rumah.Dia berjongkok di lantai, mencari ke setiap sudut rumah. Setelah sekian lama, akhirnya semua pecahan gelang giok berhasil dikumpulkannya.Saat henda
Aku pergi ke area depan pintu dan berganti sepatu.Tiba-tiba Steven menjadi sangat waspada. Dia segera menghampiri dan berdiri menghalangi pintu.“Kamu mau ke mana?”Kejadian kemarin … mulai dari aku meminta cerai sampai berkemas dan hendak pergi … jelas meninggalkan trauma yang cukup dalam baginya.Melihat tatapan waspadanya, aku tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Aku pun asal mencari alasan.“Ke kantor. Hari ini ada rapat yang harus kuhadiri.”“Benarkah?”Kerutan di dahi Steven perlahan mengendur. Untuk pertama kalinya, dia justru berinisiatif berkata, “Kalau begitu, aku akan mengantarmu.”Aku tidak menolak. Toh, sesampainya di kantor aku tetap bisa naik taksi ke bandara.Begitu masuk mobil, Steven mulai membicarakan Anna, “Kamu sangat membencinya, kan?”Anna muncul di sisi Steven setahun lalu. Selama setahun ini, entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa aku tidak menyukainya.Namun setiap kali itu pula, Steven selalu menjawab agar aku tidak terlalu perhitungan.Aku tida
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.