“Megan kamu berangkat bersama Ben.” Kalimat itu sebuah perintah, tapi Megan tidak langsung menerimanya begitu saja.Pagi ini menjadi hari pertama Megan mengikuti perkuliahan di kampus baru.“Tapi uncle, Megan harus belajar berangkat sendiri supaya lebih tau daerah sini,” bantah Megan yang menolak di suruh berangkat bersama kakak tirinya pagi ini.Megan melirik Benedict yang berada di seberang meja makan. Diam, santai dan tidak ada niatan untuk membantah.Pria itu juga sudah siap ke kampus menggunakan atasan sweater berwarna navy dengan bawahan cargo hitam.“Ben akan menunjukkan daerah sini. Nanti kalau kamu sudah terbiasa, kamu boleh berangkat sendiri,” jawab Reuben dengan tegas. Nadanya begitu protektif pada Megan.“Benar,” ucap Elena. “Akan lebih aman jika kamu berangkat dengan kakak kamu dulu.”Akhirnya Megan duduk di sebuah mobil bmw berwarna putih. Dingin dan beraroma khas kayu-kayuan, entah memang parfum mobil atau parfum tubuh Benedict.Megan menoleh sebentar sementara Benedict
Last Updated : 2026-08-24 Read more