INICIAR SESIÓNMegan Lindsey perempuan berusia 21 tahun yang terpaksa tinggal bersama ibunya dan keluarga baru ibunya. Kehidupannya mendadak berantakan semenjak bertemu dengan kakak tirinya, Benedict Ricky Nelson yang merupakan pemain basket di kampus. Bukankah mereka seharusnya bersikap layaknya kakak adik, lantas kenapa kedekatan mereka terasa aneh dan begitu intens…
Ver más*Beberapa menit yang lalu.Mobil berhenti di sebuah rumah yang katanya sedang ada perayaan ulang tahun. Benedict keluar setelah memarkirkan mobilnya.Setelah latihan basket, teman-temannya memaksanya ikut datang ke party teman seangkatan. Ramai orang-orang dan bising dengan bunyi dentuman musik.Ada yang bilang anak-anak Ellington gila party, mungkin iya. Karena hampir setiap minggu pasti ada yang mengadakan party.“Minggu depan kita mulai tanding!” Benedict memukul pelan bahu Christ yang baru saja akan menegak anggur dari botol.“Iya kapten!” balas Christ.Benedict berjalan menggeleng melihat satu persatu temannya yang mulai menggandeng perempuan.Namun tatapannya berhenti ketika melihat satu ponsel yang memiliki layar retak di atas meja. Satu aksesoris yaitu gantungan yang berwarna pink menghiasi ponsel usang tersebut.Tatapannya berhenti pada satu pria yang tengah duduk di temani dua perempuan di sisi kanan dan kiri.Benedict mengambil ponsel tersebut dan melihat wallpapernya. “Dar
Flashback“Bukankah kita pernah melihat perempuan kampung itu?” tanya Cleo ketika berada di dalam mobil.Melihat satu orang perempuan yang keluar dari mobil berwarna putih. Mobil yang banyak orang ketahui pemiliknya adalah Benedict, si raja lapangan basket.“Kalian baru melihatnya?” tanya Nicky. “Aku sering melihatnya berangkat dan pulang bersama Benedict.”Maggie yang awalnya duduk sibuk merapikan riasan di wajahnya kini tertarik dengan cerita temannya. “Ada perempuan yang bersama Benedict?”“Iya, dia!” Nicky menunjuk Megan yang berjalan masuk ke kampus.“Perempuan kampung itu…” lirih Maggie sembari mengernyit pelan. “Kita pernah bertemu dengannya, di toilet lantai dua.”Maggie tertawa pelan. “Tidak mungkin Benedict menyukai perempuan sepertinya.”“Tapi dia berangkat dan pulang bersama Benedict,” ucap Nicky memanas-manasi. “Kamu akan diam saja? selama ini tidak ada perempuan yang berani mendekati Benedict tapi tiba-tiba ada perempuan kampung seperti itu?”Maggie yang awalnya tidak te
Megan berada di kelas, setelah tadi pagi hampir dipulangkan oleh kakak tirinya karena lemas.Ia keluar dari kelas dengan keadaan lemah dan letih. Akhirnya ia duduk di bangku yang berada di depan gedung fakultas. Lalu mengeluarkan buku karena ia akan belajar untuk kuis selanjutnya.Megan mengusap rambutnya pelan karena tidak bisa berkonsentrasi karena perutnya keram. Lalu ia merasa sedikit tidak enak dibagian bawahnya.Dan benar, ketika ia berdiri, ia melihat bercak darah di belakang jeansnya yang berwarna biru muda. Kebingungan untuk meminta bantuan siapa, Megan akhirnya menatap satu kontak yang bertuliskan Ben.“Benedict…” lirih Megan ragu ketika telepon sudah tersambung dengan kakak tirinya.[Katakan]“Aku butuh bantuan,” ucap Megan pelan sembari menggigit bibir bawahnya.[Di mana?]“Di taman depan gedung fakultas Ekonomi.” Megan mendongak.Ia tidak tahu keberadaan Benedict sekarang. Mungkin sedang berada di gedung olahraga belakang. Jaraknya lumayan jauh, tapi Megan tidak tahu haru
Ketika sampai di kamar mandi dan berhadapan dengan Benedict. Megan langsung mencecar pria itu.“Kenapa masuk ke dalam kamar mandi orang lain?” tanya Megan setengah berteriak dan segera mengambil pakaiannya tadi pagi yang tertinggal.Megan buru-buru menyembunyikan pakaian dalamnya yang berwarna pink, tapi malah terjatuh.Pluk! Pakaian dalamnya jatuh di atas kaki Benedict.“Dasar anak kecil,” lirih Benedict sembari menatap ke bawah.Megan buru-buru menunduk dan mengambil pakaian dalamnya.“Siapa yang kamu sebut anak kecil? Kita hanya beda satu tahun.” Lalu berdiri sembari menyembunyikan pakaian dalamnya di belakang tubuhnya.“Keluar dari kamar mandiku,” usir Megan mendongak.Megan memejamkan mata sebentar karena Benedict setengah telanjang hanya menggunakan celana pendek.“Aku hanya ingin pinjam shower kamar mandimu sebentar,” balas Benedict berjalan ke bawah shower.“Kamu punya sendiri, kenapa senang sekali ke sini?” heran Megan, kemudian mendekati Benedict.Lalu memeluk lengan Benedic












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.