Ups, Jangan Sampai ketahuan, Kak!

Ups, Jangan Sampai ketahuan, Kak!

last updateLast Updated : 2026-10-12
By:  IamyourhappyUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
106Chapters
3.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Megan Lindsey perempuan berusia 21 tahun yang terpaksa tinggal bersama ibunya dan keluarga baru ibunya. Kehidupannya mendadak berantakan semenjak bertemu dengan kakak tirinya, Benedict Ricky Nelson yang merupakan pemain basket di kampus. Bukankah mereka seharusnya bersikap layaknya kakak adik, lantas kenapa kedekatan mereka terasa aneh dan begitu intens…

View More

Chapter 1

Bab 1

“Lihat penampilannya. Memangnya ini tahun 90-an?”

“Norak banget. Siapa sih?”

Megan menatap penampilannya di cermin, lalu menunduk melihat pakaian yang ia kenakan. 

Sementara itu, segerombolan perempuan yang sedang memandangnya dengan tatapan penuh penghakiman itu masih terus berbisik-bisik di depan bilik toilet.

Gadis itu menghela napas pelan. Bukan salahnya kalau di hari pertama ia hadir di kampus ini, ia harus mengenakan satu stel pakaian lama ibunya lantaran paketnya yang berisi pakaian tertahan di gudang ekspedisi. 

Sayang sekali kepindahannya ke sini diawali dengan ketidakberuntungan sejak kemarin. Mulai dari pesawatnya yang delay karena cuaca, sampai jadwal tur kampus yang tiba-tiba maju.

Lalu di hari pertama dia di sini, dia langsung mendapatkan cemoohan dari gerombolan gadis yang tidak ia kenal?

Lebih baik dia pakai baju corak bunga-bunga mentereng ini dibanding dia tidak pakai baju sama sekali!

Megan Lindsey kemudian memutuskan untuk merapikan pakaiannya sembari berjalan keluar toilet. Tidak ingin menciptakan musuh di hari pertamanya di kota ini.

Toh, hari ini tidak mungkin hari ini bisa lebih buruk lagi, kan?

Baru saja dia berpikir demikian, tiba-tiba tubuhnya terdorong ke samping dari arah belakang, membuat tubuhnya membentur pembatas balkon lantai dua.

Brak!

“Ah!” Tanpa bisa dicegah kakinya menyenggol ember berisi air kotor yang entah kenapa ditinggalkan di sana, sehingga–

Byurr!

Sepasang mata Megan membelalak horor saat mendapati air di dalam ember terlontar ke luar dan melewati sela-sela pagar pembatas balkon dan membasahi tubuh seorang pria berambut keemasan pucat berada tepat di bawah balkon.

“Astaga! Maaf!” Megan menggigit bibir bawahnya, gugup. Sementara di bawah, pria itu mendongak dan menatapnya. 

Tatapannya begitu tajam dan menusuk.

“A-aku turun!” ucap Megan. Lalu ia buru-buru turun dari lantai dua. “Maaf, aku tidak sengaja.”

Megan memberanikan diri mendongak dan menatap pria yang berada di hadapannya. 

Kemeja putih yang digunakan pria itu basah dan membuatnya bisa melihat jelas tubuh pria itu.

Kekar dan dipenuhi oleh otot-otot yang indah.

“Mau melihat tubuhku lebih lama?”

Suara pria itu menyadarkan Megan. 

“Ti-tidak!” Megan buru-buru membantah. “Maaf. Aku tidak sengaja, sungguh! Tadi itu–”

Megan menghela napas pelan. “Intinya aku minta maaf dan aku akan bertanggung jawab, aku akan cucikan pakaianmu. Aku juga–”

“Ck. Klasik.” Pria itu menukas, lalu meninggalkannya tanpa mengatakan apa pun.

Megan berkedip mendapatkan respons itu. Apa maksudnya?

“Tunggu!” Megan menghalangi pria itu.

Ia sangat cemas karena sepertinya pria ini kakak tingkatnya. Meski tampan tetapi wajah pria itu sedikit menyeramkan. 

Ia tidak mau mencari masalah. 

“Aku akan ganti kemejamu,” ucap Megan yang masih bersikukuh untuk bertanggung jawab. “Bagaimana?”\

Pria itu tiba-tiba menatapnya dari atas hingga bawah. lalu menghembuskan napas dengan remeh dan bibirnya membentuk smirk ejekan.

“Pakai uang mungilmu untuk beli baju baru.”

“Apa?” tanya Megan tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut pria itu.

Pria itu menatap Megan lagi. Kemudian berjalan mendekati Megan dengan tubuhnya yang begitu tinggi dan besar. Spontan Megan berjalan mundur dengan perasaan yang was-was.

“Gadis sepertimu banyak di sini. Mau melihat tubuhku lebih jelas, huh?” ucap pria itu, lalu mendengus. “Bermimpilah.”

Pria itu kemudian melenggang masuk ke dalam toilet.

Megan terdiam di depan pintu toilet dengan tatapan tidak percaya.

Apa-apaan sikap soknya itu!?

“Akh!” keluh Megan dan segera berbalik kemudian menjauh. “Aku tidak mau kuliah di sini!”

Kenapa ibunya harus memaksanya pindah ke sini!?

Beberapa tahun yang lalu, orang tua Megan bercerai. Megan tidak mempermasalahkannya, karena toh keduanya lebih sering bertengkar daripada mengasuhnya dengan perhatian. 

Waktu itu, ia memilih tinggal bersama sang ayah, karena teman-temannya ada di daerah sana. Sementara itu, ibunya memilih untuk pindah.

Ia tidak pernah mendapatkan kabar dari ibunya secara jelas. Tapi tiga tahun yang lalu, ibunya pernah memberitahunya melalui pesan, ibunya menikah lagi dengan pria baik dan kaya.

Akhirnya Megan terpaksa pindah dari kota kecil kelahirannya ke pusat kota untuk tinggal bersama keluarga ibunya. Megan berharap semuanya lancar sampai ia lulus kuliah dan bisa bekerja.

Kring!

Satu pesan muncul. 

[Sudah selesai turnya, Meg? Setelah dari kampus langsung pulang ya. Mama sudah kirim sopir.]

Setelah membaca pesan dari ibunya, Megan langsung pergi.

Sesampainya di rumah ibunya, ibunya datang menyambutnya dengan senyum sumringah. Tetapi Megan hanya membalas dengan senyum ramah biasa.

“Semua lancar, Sayang?” Elena mendekat dan memeluk putrinya. “Tadi Mama sudah urus paketmu yang tersangkut. Hari ini juga dikirim.”

Megan membalas pelukan ibunya pelan. Rasanya canggung meski sebenarnya senang setelah sekian lama bertemu kembali.

“Istirahat dulu, ya? Kamar kamu di atas.”

“Suami Mama di mana?” tanya Megan. “Siapa namanya? Uncle Reuben?”

“Iya.” Elena mengangguk pelan. “Uncle Reuben dan kakak kamu belum pulang. Kamu bisa bersih-bersih dan istirahat di kamar. Nanti kita makan bersama.”

Ada segaris kekecewaan yang Megan rasakan dari raut wajah ibunya saat ia menyebut suami baru wanita itu sebagai ‘uncle’. 

Lantas ia harus menyebut orang yang pertama kali ia temui sebagai Dad? Tidak mungkin.

Setelah masuk ke dalam, Megan hanya sebentar mengagumi kamar barunya yang begitu luas dan nyaman. Setelah itu ia merebahkan dirinya dan tertidur.

Tidak tahu berapa lama tertidur, namun suasana kamarnya menjadi gelap. Akhirnya bangkit dan menyalakan lampu setelah itu pergi ke kamar mandi.

Melepaskan satu per satu pakaiannya sampai akhirnya pintu terbuka.

Ceklek!

Megan menoleh lalu mendapati seorang pria berambut keemasan berada di hadapannya.

“AAAA!” teriak Megan begitu kencang. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Baby Boy
Baby Boy
Mantap, Kak
2026-10-07 10:44:15
1
1
Iamyourhappy
Iamyourhappy
Hallo guys untuk bab selanjutnya akan aku publish secepatnya besok. Kalian boleh banget mampir di inst4gr4m ku @Iamy.ourhappy. Karena di sana ada beberapa konten terkait Megan dan Benedict seperti gambar visual mereka, AU dan video.
2026-10-01 23:19:31
1
0
Amaleo
Amaleo
wihh buku baru lagi... auto baca ah!
2026-09-01 22:38:19
1
1
106 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status