Jehan langsung berdiri dengan antusias.Kamila melengkungkan bibirnya membentuk senyum mengejek, yang kemudian dia simpan kembali.Mengesampingkan urusan Orivo untuk sementara waktu, dia berdiri bersama Jehan untuk menyambut kedatangan orang yang disebut-sebut "Master Z" itu.Pintu ruang VIP itu didorong terbuka. Masuklah seorang wanita berkacamata berbingkai hitam, yang tampak berusia sekitar tiga puluh tahun.Dia memiliki rambut pendek sebahu, mengenakan kemeja katun-linen abu-biru sederhana, dan memadukannya dengan celana panjang hitam lurus.Kacamata berbingkai hitam besar nyaris menutupi separuh wajahnya, di bawahnya terdapat sepasang mata yang tenang.Dia tidak mengenakan riasan atau perhiasan apa pun, dan hanya membawa tas laptop.Aura ini sangat sesuai dengan gaya Master Z yang selalu bersikap sederhana!Inilah sosok Master Z yang selalu dibayangkan oleh Jehan. Tenang, terkendali, sederhana, dan bersahaja.Dia mengulurkan tangannya dengan ramah. "Anda pasti Master Z, 'kan? Sena
Leer más