“Ssst … ah, Mas disitu, lebih dalem lagi, hmmppp!”“Gimana, Mas? Enak dan sempit punyaku, kan? Bukan kayak istrimu yang jelek, nggak sexy, dan dekil itu!"“Gila San! Enak banget, istriku nggak bisa ngasih servis kayak kamu ini!"Suara-suara laknat itu bergaung jelas di telinga Mora Adelia, membuatnya seketika terpaku di tempat.Malam itu, suaminya beralasan lembur. Karena khawatir suaminya kelaparan, Mora memasak makanan kesukaannya dan mengantarkannya ke kantor setelah jam kerja habis. Namun, apa yang dia lihat?Di dalam sana, di atas meja kerja, suaminya, Ronal Wijaya, sedang bergulat panas dengan Sandra, sekretarisnya sendiri.Mora sengaja menjatuhkan wadah makanan itu ke lantai, hingga berdenting nyaring dan menghentikan aktivitas panas di dalam ruangan.“M-Mora?! Sejak kapan kamu di sini?” Ronal terperanjat, buru-buru menarik kemejanya yang berantakan. Wajahnya pucat pasi saat melihat Mora berdiri di ambang pintu.“Dengar dulu. Ini ... ini nggak seperti yang kamu lihat!”“Nggak
Huling Na-update : 2026-08-28 Magbasa pa