“Jika memang sesederhana itu, tentu itu yang terbaik.” Xiang Tiange mengangkat bahu. Ucapannya tadi hanya untuk menegaskan pendiriannya. Sebagai sesama Murid Tingkat Lanjutan, Xiang Tiange tentu memahami watak para murid lainnya. Jika satu kalimat saja cukup untuk membuat mereka tunduk, posisi Putra Suci pasti sudah menjadi miliknya sejak lama. Lantas, apakah mereka akan begitu saja menyerah kepada Jiang Xin, Kandidat Putra Suci yang baru diterjunkan? Untuk menjadi Murid Urutan, bakat, keteguhan hati, dan kultivasi sama-sama penting. Karena semuanya merupakan orang-orang genius, siapa yang bersedia tunduk kepada yang lain? Meskipun Xiang Tiange telah menduduki peringkat pertama di antara para Murid Urutan selama dua atau tiga tahun, dia tidak pernah benar-benar membuat mereka tunduk. Terlebih lagi hari ini. Posisi Putra Suci berada tepat di depan mata. Jika mereka mundur hanya karena satu kalimat, mereka tidak pantas disebut anak ajaib. Melihat semangat para peserta, tet
Last Updated : 2026-09-15 Read more