"Mbak Araya Maureen, ya? Mari masuk. Pak Kalingga sudah menunggu," sapa wanita paruh baya yang merupakan kepala ART di kediaman Handaru sambil membukakan pintu."Ah, iya, Bu. Terima kasih," jawab Araya sopan."Pak Kalingga sangat disiplin soal waktu. Mbak langsung saja ke lantai dua. Ruangan paling ujung sebelah kanan.""Baik, Bu.”Araya segera melangkah ke lantai dua. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya.Sejujurnya, jika bukan karena keadaan yang mendesak, gadis berusia 23 tahun itu tak akan pernah menginjakkan kaki di kediaman Presdir Handaru Group, salah satu konglomerat ternama di tanah air.Sebagai lulusan S1 Manajemen, Araya tentu bermimpi bekerja di perusahaan besar. Sayangnya, lamaran demi lamaran berakhir dengan penolakan. Dan hari ini, ia justru datang ke tempat ini untuk melamar pekerjaan sebagai pengasuh anak demi gaji 20 juta perbulan.Sesampainya di depan pintu lantai dua, Araya mengetuk pelan beberapa kali."Masuk," sahut suara bernada berat
Last Updated : 2026-08-29 Read more