Aroma mentega yang mencair beradu dengan harum rempah rosemary yang tajam di dapur. Caelia berdiri mematung di sudut, tangannya memegang pengupas kentang, sementara matanya terpaku pada tangan Lucian. Pria itu menyusun irisan kentang tipis di atas loyang keramik dengan ketelitian seorang pembedah medis."Kentang busuk yang kau temukan di gudang bawah tanah tadi pagi kini menjadi potato gratin yang layak disajikan di meja raja," Lucian bergumam, suaranya tenang, nyaris seperti sedang melantunkan mantra.Caelia tidak menjawab. Ia mengalihkan pandangan ke tumpukan kulit kentang yang jatuh ke meja kayu. Kentang-kentang itu tadinya layu, tak bernyawa. Sekarang, di bawah tangan Lucian, bahan-bahan sampah itu berubah menjadi mahakarya kuliner. Ia mencium aroma gurih yang mulai menyeruak dari oven. Perutnya bergejolak, menuntut asupan."Kau menggunakan teknik velouté yang salah," Caelia bergumam, suaranya kering. "Kau menaruh terlalu banyak krim."Lucian tertawa kecil, suara yang terdengar se
Huling Na-update : 2026-09-02 Magbasa pa